By;
Dahulu senjak kecil ku, kerap sekali aku melihat dan melalaikan diri ku dengan rumput pengganggu bagi mereka yang bertani, rumput sang penjebak bagi mereka yang melintasi yaitu rumput putri malu.
Rumput ini tidak ada memang sepintas lalu adalah rumput yang tidak memberi manfaat banyak toh kita saja yang tidak mengerti apa manfaat dari rumput itu sendiri.
Kesempatan ini, aku ingin mencurahkan isi hatiku. Serasaku mungkin ini ada kaitanya dengan "putri malu". Menurut ku putri malu adalah gambaran kecil prilaku dari wanita. Bukan bentuknya, tetapi harusnya.
Bah, kenapa ini harus terjadi?
Justru karena, wanita yang mempunyai malu ialah wanita yang masih mempunyai permata yang berkualitas super - super dan super sekali. Bukan wanita super dan pastinya telah memiliki permata. Tetapi wanita yang mempunyai malu dan tatakramalah permata yang berharga.
Itulah ia;
"si putri malu. Ayu nan terlindung nafsu."