Hi steemen and steemani..
Masih ingatkan dengan gambar buku di atas, ya coretan-coretan kalut, satire, cemooh, pengalaman hidup, dan berbagai macam curhatan para penulisnya. Kebanyakan itu isi buku balèng memang. Itu dia buku *judul di belakang (JdB) yang launching pertengahan januari kemarin. Ku yakin steemian agak-agak lupakan dengan buku tersebut, atau pura-pura tak ingat lagi? Maka di tulisan ini saya ingatkan lagi.
Tulisan ini hanya pengingat bagi pemegang buku JdB. Jikalau saat bepergian mengikut sertakan buku tersebut. Baik nya, berhati-hati lah, tetap waspada di perjalanan kalau tidak kalian akan mengalami nasib yang sama seperti cerita teman saya di bawah ini. Sial betul nasib.
adalah pauzi akbar berdarah aceh medan, seorang crew kapal ibn. Battuta yang ketimpa sial setelah menerima pesan dari saya untuk di titipkan buku JdB. Dia seorang steward di kapal ibn. Battuta yang tinggal di medan. kurang beruntung karena saya berikan mandat untuk mengikut sertakan buku JdB di samping beberapa perbekalan lainnya seperti eungköt kareng (teri) katanya ada beberapa jenis. teri medan, teri aceh masing-masing per satu kilo. Bagi kami pelaut makanan seperti ini sangat di nanti-nanti. Lumayan obat rindu kampuang. Kerupuk udang, pesanan rokok kretek dji sam soe, balsem, koyo cabe hingga nylon dan kail.
Beberapa hari yang lalu 26 february dia berpamitan sama istri, anak, orang tua, dan saudara-saudaranya untuk memenuhi panggilan tugasnya segera balik ke kapal setelah libur delapan minggu lamanya di rumah. Bagi pelaut inilah moment yang mangharukan, tak kalah harunya di bandingkan dengan kisah si cinta di tinggal si rangga dalam durasi satu purnama. Ada apa dengan rangga?
Nah, entah fikiran dari mana saya berniat menitipkan itu buku ke dia yang di kirim istri lewat jasa travel ke medan. Sebenarnya penting tak penting juga sih buku itu harus nyebrang beberapa benua hingga sampai ke panama. Toh, tidak lama lagi saya juga akan pulang dan bisa memegang serta mengotak-atik halamannya ku pikir. Lagian semua isinya juga bisa di baca di akun steemit masing-masing penulisnya. Tapi ya namanya manusia, tak sabaran. Hudak!, kegirangan karna ada beberapa coretannya nangkring dalam lembaran buku tersebut.
Itu buku memang celaka. banyak kesialan yang dia dapat ketika berangkat ke panama dimana kapal ibn. Battuta sekarang berada. Awalnya, penerbangan dari medan transit ke singapura aman-aman saja hingga sampai ke schipol belanda juga alhamdulillah selamat. Di belanda ia menunggu selama tujuh jam lamanya transit untuk penerbangan terakhir menuju panama. Setelah memastikan gate keberangkatan dan segala macam, ia mulai bersantai duduk di kursi di depan waiting room karna gate belum terbuka.
Nah, dari sini kesialannya bermula. Jadwal jam penerbangan pada jam 11:20 siang, hingga setengah jam sebelumnya gate tersebut juga belum buka. Dia sempat bolak balik ke toilet dengan keadaan risau seraya mengumpat dalam hati "lama betu itul gate buka, bobo apa petugasnya".
Celaka, pas dia ke toilet untuk kesian kalinya, matanya terpanah pada screen flight detail bertempat tak jauh dari toilet. Iya melihat gate penerbangan menuju panama berubah tanpa sepengetahuannya. Dia pun tak mendengar ada pengumuman bahwa ada perubahan gate. Shit! sial pikirnya. Kok saya tidak tau ada perubahan seperti ini!
Bergegaslah ia menemui petugas counter maskapai KLM untuk mempertanyakan bangaimana bisa ada perubahan. Ia terhenyak, kalut tak karuan Setelah medapat penjelasan dari pihak maskapai. Mereka menjelaskan ada perubahan gate dan sudah memberi pengumuman dan juga tertera di jadwal flight detail di deretan digital screen. salah saya juga sih, tadinya hands-free tak lepas dari telinga menelpon keluarga di kampung, dan asyik mengunakan layanan internet gratis. Jadwal penerbangan ke panama pun satu kali dalam sehari. terpaksa lah ia menginap semalam di bandara. Menikmati salju yang turun dari balik kaca waiting room. Cuaca di eropa memang lagi musim dingin, berkisar antara minus 5°C hingga 10°C.
Besok paginya, baru ia lepas dari kutukan sial itu. Ia berhasil melanjutkan penerbangan ke panama. Maskapai KLM yang ia tumpangi landing dengan selamat di panama sekira pukul setengah 4 sore. Disini lagi-lagi ia ketimpa kutukan buku itu kurasa. Sebab setelah check imigrasi mulai ia berlalu ke claim bagasi counter. Disana bagasi nya di curigai membawa barang terlarang. peu lom bala nyoe?, sang lam tah kuh bilee kareeng, hana laen! (musibah apa lagi ini, dalam koper cuma ikan asin) cerutu dalam hati.
Sial, kopernya di buka. petugas mengotak-atik barang-barang bawaannya. Semua isi pakaian perlengkapan dan semua barang di keluarkan. Semerbak mewangi menyebar seisi jagad aroma khas bilee kareeng. Celaka, itu delicious bilee kareeng tak di izinkan keluar dari bandara, disita, sadis memang. Padahal dulu sama waktu saya berangkat juga membawanya serta. Untung-untungan memang. Terpaksa lah itu bilis berganti tuan.
Yang tersisa aroma wangi khas bilee kareeng menempel di pakaian. Tak hanya itu, beberapa pack dji sam soe juga harus nginap. Tak tau lah nasibnya, sama kurasa ujung-ujung juga bakalan di bakar. Untung masih sebagian rokok dji sam soe selamat. Oiya, dan untungnya lagi itu buku titipan kau tak jadi di buka packingnya. Cuma di bolak balik aja* Keluhnya!
Udah ketimpa sial, masih untung! Gumam ku. Gam gam
Mudah-mudahan saja hanya pikir ku tentang kesialan itu buku. Atau jangan-jangan emang sial? Ah, whatever itu buku sekarang sudahlah berada di tangan ku. Aku senang! Ooopps semoga kesialan yang di alami seperti teman ku seperti cerita di atas tadi, tak ku alami nanti. Cukup dia saja lah.
Untuk teman-teman terima kasih meulambong that-that. Ada kebanggaan memang Coretan-coretan saya berada dalam lembar-lembar JdB. hingga hari ini saya nyata memegangnya di jemari. Insyallah watee na lam nanggröe saya akan berkunjung ke bivak emperon.
Thank alot brader!