Tanpa terasa Bulan Ramadhan telah memasuki saat-saat terakhir, detik detik terakhir sebelum Bulan Ramadhan kembali meninggalkan kita. Ibarat sebuah pertandingan, inilah babak finalnya. Ya, kita telah masuk pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan. Bulan yang penuh pengampunan, pahala yang berlipat ganda, serta penuh keberkahan.
Di hari-hari terakhir ini, sudah seyogyanya kita semakin menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Perbanyak shalat sunat, perbanyak tadarus, perbanyak dzikir, perbanyak sedekah, perbanyak istighfar, dan amalan-amalan lainnya. Mengapa kita diperintahkan untuk memperbanyak ibadah di babak final ini? Jawabannya karena di 10 malam terakhir ini, kita akan dipertemukan dengan satu malam yang sangat istimewa. Malam itu adalah malam LAILATUL QADAR, malam penuh kemuliaan, malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5).
Dalam sebuah hadits dari Aishyah radhiallahu ‘anha, ia berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila masuk sepuluh terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya dengan ibadah, beliau membangunkan para istrinya, bersungguh-sungguh ibadah dan mengencangkan ikatan sarungnya. (HR. Muslim).
Jika Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam saja begitu bersungguh-sungguh di 10 malam terakhir, tentu kita sebagai umatnya harus meneladani beliau. Kita pun harus bersungguh-sungguh sebagaimana kesungguhan beliau Shalallahu alaihi wa sallam.
Demikianlah sedikit catatan di 10 malam terakhir. Semoga kita bisa menjadikan Bulan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik bagi kita karena sesungguhnya kita tak pernah tahu apakah umur kita akan dipanjangkan hingga dapat merasakan Ramadhan tahun depan kembali.
Semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadar dan selepas Ramadhan ini, semua dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin Ya Rabbal A'lamin.