KEKAYAAN DAN MANUSIA
saya yakin Anda pernah memiliki uang bukan? Perasaan Anda akan lebih tenang ketika memiliki uang, karena mungkin bagi kita uang adalah penyemangat kehidupan, sekaligus sebagai tujuan hidup utama yang harus dikejar, uang sama dengan prinsip.
banyak orang yang mengira kebahagiian itu ketika memiliki kekayaan, jabatan tinggi, memiliki rumah dengan segala fasilitas mewah di dalamnya, namun semua itu akhirnya segala bentuk materialistik menjadi sasaran kerusuhan kemanusiaan.
manusia memang diciptakan dari materi berbentuk tanah, sehingga manusia lebih cenderung menyukai materialistik, berbeda dengan malaikat, malaikat diciptakan dari cahaya, sehingga tidak ada nafsu materialistis pada malaikat, apa yang diperintahkan oleh Allah pasti akan dilakukan sepenuhnya oleh malaikat, karena di dalam malaikat tidak tersimpan nilai nilai materialistik.
Lalu bagaimana agar nilai materialistik ini dapat kita cegah sehingga tidak menjadi rakus dan tamak, mungkin beberapa kiat ini dapat membantu Anda keluar dari kerakusan mengumpulkan materi berlebiha,
- Biasakan hidup sederhana
Ajaran islam sebagai ajaran paripurna telah mengajarkan kepada pemeluknya untuk hidup sederhana, hidup sederhana sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, beliau di dalam hidupnya mengedepankan kesederhanaan, mulai berpakaian yang disebutkan dalam sebuah riwayat banyak jahitan sana sini,imamah rasul yang sering beliau gunakan, keadaanya lusuh dan jauh dari kemewahan
dalam makan juga beliau selalu dalam keadaan sederhana, beliau tidak akan makan sebelum lapar dan juga berhenti sebelum kenyang, kesederhaan ini membuat beliau jauh dari penyakit.
prinsip dari yang sudah dilakukan oleh rasul adalah pada tingkatan qona'ah, menerima apa adanya, kebiasaan ini menjauhkan diri dari sifat tamak dan rakus. Ketamakan dan rakus penyakit hati yang susah disembuhkan kecuali dengan riyadhoh yang istiqomah. - Biasakan hidup bersyukur
Hidup selalu bersyukur akan menjauhkan kita dari sifat tamak dan rakus terhadap materi. Bersyukur diberi kehidupan adalah lebih baik dari merasa kurang dan kurang, padahal kalo kita mau jujur berapa nikmat yang sudah kita rasakan, namun seolah semua itu tertutup ketika melihat bahwa tujuan hidup adalah materi. - Semangat beribadah.
Semangat dalam beribadah akan melupakan kita dari gemerlapnya kehidupan dunia yang bersifat sementara, semangat ibadah menguatkan hati membenci dunia, dengan demikian orang yang selalu semangat dalam beribadah tidak akan menyia nyiakan hidupnya untuk mengejar materi saja. Dia justru akan menyesal ketika merugikan orang lain dan egois. Dan akan sangat tambah bersyukur ketika mampu bersedekah dan berzakat.
Itulah beberapa kiat yang dapat dicoba untuk menghilangkan rasa tamak dan rakus mencari duniawi yang justru menyeret kita terhadap kelalaian mengingat akherat. Semoga bermanfaat.