RAPAI adalah alat musik perkusi tradisional Aceh yang termasuk dalam keluarga frame drum, yang dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan tanpa menggunakan stick.
Ada pameo yang sering terdengar berisikan “peunajoh timphan, piasan rapai” yang artinya makanan khas orang Aceh adalah timpan (sejenis kue dari bahan tepung beras di dalamnya berisi kelapa dan gula aren, atau berisi sarikaya/aso kaya telur, dibungkus dengan daun pisang muda dan dikukus), kemudian piasan rapai yang diartikan sebagai alat musik hiburan adalah rapai.
Masyarakat Aceh juga menggunakan musik rapai sebagai iringan untuk debus (Daboeh dalam bahasa Aceh).
Rapai berbentuk seperti temapayan atau panci dengan berbagai macam ukuran. Dibagian atas rapai ditutup dengan kulit, sedangkan bagian bawahnya kosong.
Bagian-bagian dari rapai adalah sebagai berikut:
- Paloh atau bolah
- Selaput atau membran yang terbuat dari kulit kambing
- Rotan untuk mengencangkan dan meninggikan suara
- Lempengan logam untuk menciptakan suara gemerincing.