Berjalan mundur, menarik tali dari laut, mundur selangkah demi selangkah menyisir pasir di tepian pantai. Mungkin itulah yang anda lihat ketika berkunjung ke pantai yang ada nelayan dan perahu pukat.
Menarik pukat adalah metode untuk menangkap ikan dengan jaring, yang membentang jaring melikari dua sisi, sisi pertama namanya Lamat, sedangkan sisi yang ke dua adalah Rundo.
Jaring dari kedua sisi tersebut ditarik oleh awak pukat (nelayan) terdiri dari beberapa orang dengan cara ditarik dengan lilitan tali dipinggang, nelayan menyebutnya "cuaye".
Sisi Lamat dan Rundo ketika ditarik oleh awak pukat di bawah pengawasan sang lawan pukat yang berada di perahu. Namun, pukat tradisional sekarang sudah sangat jarang digunakan, tentunya tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi.
Aktifitas pukat saat ini masih digunakan oleh nelayan di Ujong Blang dan Kuala Raja Bireuen. Hasil tangkapan pun, berdasarkan penuturan nelayan yang sudah lama melintang di lautan, mengatakan hasil tangkapan pukat sangat sedikit sekarang, jauh sekali berbeda dengan periode tahun 90-an ke bawah.
Walupun hasil yang didapati tidak melimpah, tradisi pukat dengan cara menarik di darat masih dipertahankan oleh sebagian nelayan di Aceh.
Kalau ada pengunjung ingin membantu, silahkan ikut membantu menarik pukat, biasa ada diberikan ikan dari hasil tangkapan dari tarik pukat. Tak salah anda ikut membantu, bisa untuk olahraga dan bisa mendapatkan ikan segar.