Gemuruh angin datang tiba-tiba dari arah laut. Suaranya menggetarkan setiap warga yang ada di daerah itu. Semuanya takut akan terulangnya kembali kejadian tsunami tahun 2004.
Gemuruh angin tersebut tidak seperti biasanya. Selain suaranya yang keras juga kekuatannya yang dapat mennggoyangkan batang pohon-pohon besar.
Tiba-tiba datang sms dari teman saya, sebut saja Cetik "En ko anginya kencang banget ya ? Aku takut dan merasa khawatir". Wajar saja teman saya yang satu ini memiliki rasa khawatir yang tinggi. Jadi kalau ada sesuatu yang mengagetkan nya dia langsung lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Ketika ku melihat Hanphone langsung saya balas " Kenapa Cetik? Pasti kamu merasa takut ya? " dia hanya diam dan tidak membalas beberapa saat. "Tulilit" bunyi nada sms hanphone ku, dan ternyata dia " iya aku takut, Rasa khawatir berlebihan aku kambuh ni, lemes banget rasanya" ketila melihat sms tersebut saua mencoba menenangkan dia dengan kata-kata yang sok bijak, hehehe padahal seaungguhnya saya pun juga merasa takut dengan kondisi di pagi ini.
Tidak lama kemudian saya tanyakan " Dengn siapa di situ, Centik?" Dia menjawab " Tadinya sendiri, tapi sekarang sudah ada Ria yang menemani". Ria adalah teman sebelah kamar Centik, maklum kami adalah anak perantaun yng tinggal di kost-kostan. Ketika sudah tahu ada yang menemani dia, aku pun merasa sedikit tenang. Nah, giliran aku ni yang tenangin diri sendiri. Hehe maklum saya juga takut sebenarnya.
Singkat cerita, tidak lama setelah angin kencang berhembus, hujan pun datang dan angin mulai sedikit berhembus tidak seperti tadi. Hujan pun mulai reda meninggalkan gerimis semata. Dan kami semua sudah merasa tenang dan tidak cemas lagi .