Apa yang anda pikirkan....?
Itulah ungkapan pertama kali yang kita lihat diberanda dinding facebook,suatu media global yang berperan mengubah budaya kita dalam berinteraksi,komunikasi dan sosialisasi.
Suatu gabungan kata yang tepat.facebook tidak bertanya”apa yang anda tuliskan”.melain kan ia bertanya tentang “apa yang anda pikirkan”.dengan demikian facebook membentuk konsep,kumpulan seluruh pemikiran didalam komunitas sosial.
Pertanyaan ,mengapa demikian....?
Dikarenakan biasanya tentang tulisan penuh dengan santunan,lain halnya tentang pemikiran yang cenderung lebih jujur,tegas,bahkan terasa kasar yang keluar begitu saja secara spontan.seperti hal nya kita bisa tersenyum didepan orang menyakiti kita dan berkata “ia tidak apa apa kok,” tapi dalam pikiran kita langsung bereaksi”begitu rupanya kamu, dasar sialan,dan mengundang kata makian lain nya.
Begitulah yang terjadi,dan itu merupakan fenomena yang manarik yang melatar belakangi perubahab budaya global.
Maka disaat”apa yang anda pikirkan” dituangkan dalam media cetak hingga menjadi”apa yang anda tuliskan”maka disitu mengalami pergeseran lagi. Media cetak bisa akan lebih jujur dalam bertutur.bisa jadi kejujuran itu menyakit kan atau menyenangkan.
What do you think....?
That is the first phrase that we see facebook facebook wall, a global media that has a role to change our culture in interaction, communication and socialization.
A right combination of words.facebook does not ask "what you write". But it asks about "what are you thinking". So facebook form a concept, a collection of thoughts in the social community.
Question, why is that ....?
Since it is usually about writing full of compensation, it is different from thinking that tends to be more honest, firm, and even rough that comes out spontaneously. Like it we can smile in front of people hurting us and say "he's okay," but in our minds instantly reacts "so apparently you, damn base, and invite his other insulting words.
That's the way it is, and it's a fascinating phenomenon behind the changing global culture.
So when "what you think" poured in the print media to be "what you write" then there shifted again. Print media can be more honest in speaking. It may be that honesty is painful or fun.