Semalam saya dikejutkan dengan pesan tiba-tiba dari Wak Lah, . Sudah lama dia tidak menghubungi saya apakah untuk mengajak ngopi atau minta pinjam duit (tapi hampir tak pernah dibayar). Isi pesannya singkat saja. Mengabarkan belaka. Tak biasa. Kabar juga bukan tentang dirinya, tapi tentang salah seorang masyarakatnya.
Sanusi (50) adalah seorang ayah lima anak. Ia mengalami stroke yang membuatnya tidak lagi bisa bekerja seperti biasa. Anak-anaknya masih putik, belum pun siap mengambil alih tanggung jawab. Istrinya hanya lata yang tak bisa berbuat banyak demi keluarga. Salah seorang anaknya lumpuh, satunya masih butuh asupan gizi, satu lagi akan masuk sekolah tahun ini. Tapi Sanusi tidak lagi punya kuasa apa-apa. Dia sudah jatuh, rumah rubuh, tertimpa segala benda: demikian malang nasibnya.
Kabar tentang Sanusi, warga Lampeuneueun, Darul Imarah, Aceh Besar ini tersiar sejak akun Instagram . Dedek gemes ini telah mempergunakan akunnya dengan baik dan berguna. Kemudian terbukalah banyak mata. Kata Wak Lah, temanku yang rajin pinjam uang itu, sore kemarin kabar tersebut sudah terendus hingga ke Dinsos Aceh Besar dan mereka telah memberikan uluran tangan ala kadar. Gerakan menolong keluarga Sanusi juga sudah digerakkan di laman kitabisa.com oleh PP-Himab: klik link ini, https://kitabisa.com/Bantubapaksanusi
Wak Lah barangkali pernah mendengar kabar bahwa di Steemit ini terdapat banyak dermawan. Orang-orang yang tidak pernah berpikir panjang untuk meringankan beban setiap yang membutuhkan. Saya meyakinkan dia bahwa akan ada bantuan untuk Sanusi, meski sedikit dari banyaknya orang peduli. Dan bagi Steemian yang ingin membantu, bisa via link ini: https://kitabisa.com/Bantubapaksanusi
Dunia berkembang, untuk menyumbang kita hanya perlu memainkan jari. Saya cukup yakin teman-teman saya di sini, Steemian yang budiman maupun yang bejat sama sekali tidak pernah diam melihat penderitaan saudaranya yang sedang diuji. Mari memberi, meski sedikit dari kita, itu sangat berguna bagi keluarga Sanusi.