Bagi pecandu atau penggemar kopi mengangap kalau kopi adalah teman yang tidak bisa terpisahkan oleh para pecinta kopi. dikarenakan penggila kopi mengangap kopi sebagai pelengkap hidupnya dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Para pecinta kopi menyukai kopi dikarenakan kopi memiliki rasa yang sangat khas tersendiri yaitu pahit dan manis.
Sejarah mencatat bahwa kopi ditemukan di Negara Ethiopia benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu Dimana seorang pengembala yang bernama Khalid seorang Abyssinia menemukan kopi disaat pengembala melakukan kegiatan sehari-harinya. Dan beberapa ratus tahun kemudian kopi dibawa melewati laut merah dan tiba di daratan arab. Bangsa Arab menyebut kopi sebagai Qahwa yang berarti kekuatan.
di Arab kopi digunakan oleh umat Muslim sebagai minuman penambah energi saat melakukan ibadah dimalam hari. Akan tetapi kopi tidak memungkinkan untuk dibudidayakan di Negara Arab sehingga pada tahun 1600 seorang penziarah India bernama Baba Budan membawa kopi keluar dari wilayah Arab. di Eropa kopi pertama kali masuk pada tahun 1615 oleh Vanesia, ia mendapatkan pasokan kopi dari orang Turki.Akan tetapi dengan pasokan yang tidak mencukupi pasar maka bangsa eropa memulai untuk membudidayakan kopi.Negara belanda merupakan Negara yang pertama kali berhasil membudidayakan kopi pada tahun 1616. dan kopi masuk di Indonesia pada saat belanda melakukan dikultivasi secara besar-besaran ke Indonesia.
Berbicara tentang kopi, tidak akan lepas kaitannya dengan suatu daerah di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya penggila kopi. Daerah tersebut ialah Aceh.Aceh merupakan provinsi paling barat Indonesia yang memiliki masyarakat pecinta kopi terbanyak.Di aceh kopi merupakan hal yang popular dan sangat banyak peminatnya dari orang dewasa,remaja,hingga anak-anak menyukai kopi. kopi yang di sukai masyarakat aceh ialah kopi hitam.
kopi hitam merupakan hasil ektraksi langsung dari perubusan biji kopi yang disajikan tampa penambahan perisa apapun. Sehingga tidak terpungkiri dengan banyaknya peminat kopi di aceh telah terdapat sangat banyak kedai-kedai kopi yang berada di aceh. disetiap persimpangan atau di pinggiran jalan pasti akan terdapat kedai kopi.di kedai kopi aceh juga tersedia bermacam minuman yang lain sesuai keinginan pelanggan. setiap hari akan selalu ada pelanggan yang berada di kedai kopi, dari pagi hingga malam akan ada pelanggan yang berada di kedai kopi. apalagi pada saat adanya liga bola yang bergengsi maka kedai kopi akan membludak pelanngannya untuk menyaksikan pertandingan dan menikmati segelas kopi hitam.
Harga kopi di aceh pun sangat pas untuk segala kalangan, dengan bermodalkan Rp.2000 pecinta kopi bisa langsung menikmati kopi hitam khas aceh.Cara pembuatan kopi aceh pun tidak biasa, dengan 2 buah gayung besar dan sebuah penyaring kopi yang besar dengan melakukan gerakan silang antara kedua gayung dari atas ke bawah untuk mendapatkan hasil rasa yang maksimal.Dengan banyaknya peminat kopi yang berada di aceh maka tidak mengherankan lagi telah terdapat pembudidayaan kopi yang berada di daerah aceh tenggra. adapun kopi yang di budidayakan di daerah aceh tenggara ada dua yaitu kopi arabika dan robusta atau sebutan masyrakat aceh dengan kopi gayo.
kopi arabika merupakan kopi tipe tradisonal dengan cita rasa yang terbaik. kopi arabika hanya tumbuh di Negara-neggara beriklim tropis dan subtropics. sedangkan kopi robusta adalah kopi kelas 2 dengan memiliki rasa yang lebih pahit,sedikit asam dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. dengan telah ada nya pembudidayaan kopi dan juga telah banyaknya kedai kopi yang ada di aceh maka tidak dipungkiri lagi bahwa rakyat aceh memiliki kegilaan terhadap minuman yang berwarna hitam yaitu kopi.
The madness of coffee in aceh
For addicts or coffee enthusiasts assume that coffee is a friend who can not be separated by coffee lovers. because coffee enthusiast mengangap coffee as a complement of his life in performing daily activities. Coffee lovers love coffee because coffee has a very distinctive taste that is bitter and sweet.
History records that coffee was discovered in the Ethiopian country of the African continent about 3000 years ago (1000 BC) Where a herd named Khalid an Abyssinian found coffee while shepherd did his daily activities. And several hundred years later coffee was brought through the red sea and arrived in the Arabian mainland. Arabs refer to coffee as Qahwa which means strength. in Arabic coffee is used by Muslims as an energy-boosting drink during worship at night. However coffee is not possible to be cultivated in Arab countries so that in 1600 an Indian pilgrim named Baba Budan brought coffee out of the Arab region. in Europe the first coffee entered in 1615 by Vanesia, he got a supply of coffee from the Turks.
But with an inadequate supply of the market then the Europeans started to cultivate coffee. The Dutch nation was the first country to successfully cultivate coffee in 1616. and coffee entry in Indonesia at the time of the Dutch do dikultivasi on a large scale to Indonesia.
Speaking of coffee, will not be separated in relation to a region in Indonesia where the majority of people are coffee enthusiasts. The area is Aceh.Aceh is the most western province of Indonesia which has the largest community of coffee lovers. In aceh coffee is a popular thing and very much demand from adults, teenagers, to children love coffee.
The coffee that people like in Aceh is black coffee. Black coffee is the result of direct extraction from the coffee beans which is served without any additional perisa. So it is not denied by the large number of coffee enthusiasts in Aceh have been found there are many coffee shops located in Aceh. At every intersection or on the roadside there will be a coffee shop.
In Aceh coffee shops are also available various other beverages as customer wishes. Every day there will always be customers who are in the coffee shop, from morning until night there will be customers who are in the coffee shop. Especially when there is a prestigious football league then the coffee shop will booming pelanngannya to watch the game and enjoy a glass of black coffee. The price of coffee in aceh is very fitting for all circles, with capitalize Rp.2000 coffee lovers can directly enjoy aceh black coffee typical.
Way of making aceh coffee is not unusual, with 2 pieces of big bucket and a large coffee filter by doing cross movement between the two scoops from top to bottom to get the maximum taste. With the number of coffee enthusiasts who are in Aceh no wonder there has been a coffee cultivation that is in the area aceh tenggra. While the coffee is cultivated in the area of southeast aceh there are two namely arabica coffee and robusta or the designation of aceh community with gayo coffee. Arabica coffee is a traditional type coffee with the best taste. arabica coffee only grows in tropical countries and subtropics. Whereas robusta coffee is a grade 2 coffee with a bitter, slightly acidic taste and contains much more caffeine. With the existing coffee cultivation and also has the number of coffee shops in aceh then no doubt that the people of Aceh have a madness to the black drink that is coffee.