Steemit tak seperti dulu lagi, dimana seluruh komunitas bisa saling berinteraksi dan saling mendukung agar menciptakan komunikasi yang kuat dalam membangun sebuah konsekuensi antar pengguna dalam lintas media sosial berbasis Blockchain saat ini. Komunitas Steemit di Indonesia dan Khususnya Aceh telah menjalani hal itu, dana akhirnya Tak ada kertas yang tidak Koyak.
Steemit kini jadi milik mereka, dan kini para newbi tanpa ada ada lagi sang elah mulai migrasi dan melirik medsos cryptocurrency yang lebih nyaman dari komunitas ini. Disana meraka bisa berkarya dengan imbalan reward yang lebih baik, dan menciptakan konten mereka sebaik mungkin sambil belajar membuat artikel yang lebih baik untuk dapat di konsumsi oleh pembaca. tidak hanya tentang kehidupan, tidak hanya tentang photography, semua bisa di rangkum dalam satu wadah untuk bisa berkarya.
Tetapi media Steemit ini bagi saya adalah batu loncatan sebagai pintu gerbang untuk mengenal dunia Cryptocurrency dan Blockchain yang berkembang saat ini kepada masyarakat. ribuan token dan koin telah lahir, dan semua itu bermula dari media ini yang telah memberikan banyak informasi dalam berbagai artikel yang di tulis aoleh seluruh penulis di dunia.
Kita akan berhenti sesaat disini, dan mulai membuka cakrawala dunia cryptocurrency lainnya yang kini terus tumbuh berkembang, katakan seperti ONO, Sharewhales, Weku, Trybe, walau masih sangat dini dalam hal ini, bukan berarti kita tidak bisa bergerak maju, media baru adalah peluang untuk anda dalam meraih kesempatan maju. Di steemit kita telah melakukan semua itu.
Lantas kenapa kita tidak bertahan Disini?
Seperti paragraf pertama, konsep steemit yang menjunjung tinggi komunitas kini tidak ada lagi di negeri ini, yang ada saling memaki, saling menghujat, saling lempar sana lempar sini hanya untuk memperkuat kubu layaknya parta pendukung.
Jika saja pengguna Steemit masih mengadopsi nilai nilai kemanusiaan untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi global khusus masyarakat di Indonesia, semuanya akan tetap betah di platform ini. tetapi tidak pada kenyataanya, tabiat kita adalah dimana rasa fanatik dan selalu mendengarkan bisikan tanpa adanya Filter untuk memecahkan permasalahan dan akhirnya terjadilah perpecahan.
Semoga anda yang betah di platform ini, bisa menjadi lebih baik tanpa perlu saling membeci demi terciptanya rasa manusiawi yang berguna untuk steemian lainnya.