Ini opini saya dan pendapat silahkan bediskusi.
Beberapa hari terakhir steemians di Indonesia (PANIK) terutama sebuah Komunitas yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dibawah kendali sang kurator lagee boh trueng lam ji ee, beberapa tokoh hebat katanya dalam tubuh Komunitas sangat bijaksini tetapi kenyataannya tidak lagi bijaksana, ini sudah seperti KLAN yang mengubah konsep Komunitas laksana seperti kubu Partai yang rasis.
Sejatinya yang di butuhkan oleh steemians di Indonesia adalah kebersamaan, bukan perang argument maupun mencari kesalahan dari komunitas lainnya, walau dalam riwayat catatan sejarah Aceh-Indonesia tak pernah bisa harmonis seharmonis monisnya, paradigma ini terbawa ke dunia blogger berbasis crypto (Steemit) adalah tempat dimana kita bisa saling belajar, merangkul, dan membangun sebuah toleransi yang tinggi, tetapi menjadi sebuah ladang konflik baru hanya karena masalah Komunitas yang berbeda haluan.
Dak teukeudi taprang ngoen kafe na sjiet pahala syahid, njoe sabe sabe Aceh ta muprang yang kheim sjit kana Jawa. sangat miris kondisi ini bisa terus berlanjut dan larut dalam kisruh yang tak pernah bertepi, Steemians yang terhormat dan juga yang terlaknat sebagai provokasi kisruh didalam tubuh steemians Indonesia, apakah ini yang kita inginkan? tentu bukan.. bukan konflik yang ingin kita perjuangkan disini. tapi bagaimana kita bisa terus saling berinteraksi dan meminum secangkir kopi sambil tertawa. perbedaan adalah rahmat dan keindahan, lalu mengapa kita saling menyerang?
Saya steemians baru yang miris melihat kondisi ini, saya tidak berada di Komunitas manapun, dan ini adalah Independent tanpa ada dukungan dan perhatian dari kalian semua, tetapi bukan ini masalahnya? masalahnya adalah mengapa sabe keudroe droe ta muprang, dan mengapa ada yang begitu PANIK, saya melihat komunitas yang Panik dari postingan awak lua dalam postinganya yang saling menyerang, watee kubaca postingan mawa njan, sang jih di peugah dineuk mita kurator konten, yang jeut keumasalah mengapa ramee yang terbakar jenggot, mengapa jadi panik, kurator konten dan kurator komunitas bukankah sangat berbeda? oalah.. takheun ngeut oek teukoh takheun bodoh sikula na.
Didalam komentar saya melihat ada oposisi dari Komunitas N dan komunitas K saling 'ap 'ip lagee aneuk nok hana Ma, steemit goeb atra goeb, peng dijok lei goeb, tanyoe yang dawa, sang sang steemit sjiet atra Yah Teudum, pangkai toek email no HP ngoen tulesan, jadi keupu sjit ta mupakei? Meunuroet Long, Bagi Mu Komunitas Mu, Bagi Ku Independent.. ka vote kavote, han ka vote pigi sana kejar lembur.
Jadi dalam tulisan ini, dapat anda baca, bahwasan nya dalam definisi long bodohnya steemit di Indonesia ini dalam mencerna suatu permasalahan, cepat kali naik tensinya bah, yang katanya santun, ramah, saling merangkul, suka bersilaturahmi, tetapi malah cepat sekali tersulut emosi dan menciptkan terpecah belah, hanya karena NAFSU.. oh dunia Steemit ternyata gara gara STEEM, kita jadi tak bisa lagi saling merangkul.. HARTA, TAHTA dan WANITA adalah kelemahan kita, dimana manusia akhir masa akan di perbudak oleh technology dan mereka akan saling bertengkar sebab technology tidak di pergunakan pada tempatnya. Atau karena kita terlalu menghambakan diri padanya? sehingga mempertahankan KLAN (KUBU) laksana patriot yang membela negara.
Saleum (Freedom) Merdeka.. Kebebasan berpendapat.
BEK panik ngoen.. Slow.. bek that ka karat donyaaaaaaaaa mandum.. hana ta boh pangkai ma teuh hinan.
- Bek That Ka meuabeh ngoen atra steemit njan
- Bek That ka Metuhan Ngoen steemit Njan
- Bek Lei Ka muprang sabe Bansa
- Beu Keuh bagah abeh Umu steemit njoe... aamin