Pendekatan 4B bisa menjadi cara untuk menghadirkan, sekaligus menemukan konten berkualitas tinggi.
Konten berkualitas tinggi tentu saja yang tidak miskin kualitas. Tapi bagaimana cara menghadirkan dan cara mengenali konten berkualitas tinggi itu?
Terus terang, saya masih gagal mendapat penjelasan tentang high quality content di Steemit ini, apalagi jika disandarkan pada kuantitas upvote yang diperoleh.
Saya terkadang nyaris sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada rumus baku tentang apa itu high quality content di Steemit, selain yang bukan poor quality.
Masalahnya, menggunakan pendekatan poor quality untuk menghadirkan dan mencari konten di Steemit tidak cukup baik bagi perkembangan jiwa seorang kreator konten sebab ini termasuk bagian mengembangkan energi negatif. Tapi, tanpa menghadirkan solusi tentu saja membiarkan keadaan terus berada dalam lingkaran masalah yang itu-itu saja.
Terus terang, sejak awal berlayar di Steemit saya sudah berjibaku dengan formulasi konten berkualitas. Namun, karena tidak cukup yakin akhirnya saya tidak bersedia menyentuh sama sekali topik posting berkait quality content.
Saya baru berani bersentuhan dengan topik quality content setelah bersentuhan dengan Forum Menulis Aceh (FAMe) terutama setelah mengikuti beberapa kali paparan dari .
Awalnya saya tertarik dengan 4 tanda pada konten berkualitas, yaitu adanya ide, adanya bahan pendukung, ditulis dengan bahasa yang baik, dan disajikan dengan penataan yang bagus.
Sayangnya, pendekatan ini masih terlihat abstrak dan sulit bila berada pada posisi seorang kurator. Tapi, usai mengikuti kelas jurnalistik saya jadi yakin bahwa pendekatan 4B bisa dipakai sebagai cara menghadirkan dan mencari konten berkualitas di Steemit.
Apa itu 4B?
4B terkait 4 benefit atau 4 manfaat, yaitu: practical benefit, intelectual benefit, emotional benefit dan spiritual benefit.
Rumus itu, menurut Yarmen Dinamika adalah dasar bagi orang untuk menghadirkan konten, dan saya kira juga menjadi dasar bagi orang untuk menemukan konten.
Kreator konten yang baik bukanlah yang asal tulis, apalagi yang memposisikan dirinya sebagai satu-satunya pihak yang berhak mengklaim kebenaran. Konten tidak berada di ruang kosong apalagi bebas nilai. Ada pihak pembaca atau kurator yang akan memberi penilaian, dan bahkan kini sudah bersifat langsung.
Karena itu penting untuk mempertimbangkan sisi pembaca, apalagi jika pembaca itu adalah pihak yang ikut andil dalam memberi reward kepada konten secara langsung pula. Bagaimana mungkin pembaca/kurator memberi reward tanpa memperoleh manfaat/benefit dari konten yang dibacanya.
Penerapan konten 4B
- Practical benefit. Kreator konten/penulis menyajikan poin-poin utama post/tulisan kepada pembaca/kreator langsung di awal post/tulisannya. Jadi, pembaca yang sibuk alias tidak punya waktu untuk memeriksa keseluruhan konten dapat segera mempertimbangkan apakah memberi upvote atau tidak.
- Intelectual benefit. Konten yang baik adalah konten yang mengandung pengetahuan sehingga membantu pembaca menemukan landasan ilmu untuk menjadi lebih baik, jadi bantulah menghadirkan konten yang mengandung pengetahuan agar pembaca tidak menghabiskan waktunya untuk membaca.
- Emotional benefit. Konten yang baik bukan sekedar bisa buat orang paham (otak), tapi juga dapat menyentuh sisi jiwa (emosi/hati). Melengkapi dengan sisi ini akan membuat orang tergerak untuk menafikan hambatan. Konten visual terkait tsunami adalah contoh sisi emotional benefit yang cukup efektif menggerakkan pihak berkonflik untuk lebih cepat mensepakati perdamaian, dan menggerakkan dunia untuk membantu Aceh.
- Spiritual benefit. Berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu adalah kebutuhan manusia. Jadi hadirkan konten yang mendorong pembaca menjadi lebih baik usai membaca postingan milik kita. Meskipun sampai saat ini belum juga muncul hidup yang utopia jangan pula menggiring orang untuk masuk dalam kehidupan yang distopia.
Bagi teman-teman yang ingin menerapkan standar high quality content di Steemit dapat mempertimbangkan pendekatan 4B, baik untuk menghadirkan konten maupun untuk mencari konten berkualitas tinggi. Pendekatan ini akan memaafkan kekurangan dari sisi lainnya. Yarmen pernah menyampaikan quote, lebih kurang sebagai berikut:
"Salah tulis masih dimaklumi asal benar cara bacanya. Baru jadi masalah jika teks yang benar dibaca dengan cara yang salah." by
.