"Sekuat apapun kamu menjaga yang pergi akan tetap pergi, dan sekuat apapun kamu menolak yang datang akan tetap datang."
Tanpa ku sadari ternyata ada seseorang yang diam - diam memperhatikan ku, meskipun seringkali dia tertangkap basah sedang menatap ku. Tapi karena sikap ku yang cuek jadi tak kuhiraukan, ku biarkan begitu saja meskipun dia sering tersenyum malu - malu kepada ku. Dan sejak saat itu aku sering melihatnya sedang bekerja dan setiap aku kesana dia pasti akan memberikan senyuman manisnya.
Hingga suatu hari aku dan sahabat ku kembali mampir kesana sepulang dari sekolah, dan yang membuat ku kaget adalah dia meminta nomor telepon ku melalui abang - abang yang jualan saldo. Aku tersenyum dan berpura - pura tidak menghiraukan perkataan tadi. Dan beberapa hari berikutnya hingga kami kembali mampir ke sana, dan kembali dipertanyakan bagaimana dengan nomor hp ku. Alhasil sahabat ku
langsung memberikan nomor hp ku kepada abg yang mengisi saldo.
Sampai dirumah ternyata ada sms masuk dari nomor asing, isi sms nya sangat singkat hanya untuk sekedar menyapaku.
"Hy" tulisnya, aku pun membalas singkat dengan satu kata "Siapa ?". Hingga obrolan itu terus berlanjut dan ia membenarkan bahwa dia adalah yang meminta nomor ku tadi.
Tiba suatu malam setelah beberapa minggu perkenalan ku dengannya, tepatnya pada tanggal 22 februari 2014. ia bertanya melalui sebuah sms apakah aku mau mengisi hatinya ? Entah kenapa tanpa berpikir panjang akupun mengiyakan pertanyaannya dengan kata "Boleh - boleh aja", dan aku hanya berpikir mungkin dia hanya sedang bercanda.
Hubungan ku dengannya akur -akur saja, meskipun aku sedikit egois tapi dia adalah orang yang cukup sabar menghadapi sikapku. Karena dia sibuk bekerja, jadi aku dengannya jarang berjumpa. Jika ada hal yang ingin kami bicarakan biasa aku hanya datang ke tempat dia bekerja. Karena sikapnya yang sabar dan tak pernah membentak ku, membuat ku dari hari ke hari mulai merasa nyaman dengan nya.
Biasanya aku menemui dia dengan ditemani oleh kakak ku, meskipun dia orang yang pemalu tapi dia selalu setuju dengan apa yang aku utarakan. Baginya kebahagiaan ku adalah yang paling utama, meskipun aku sering kali mengecewakannya dengan sikapku. Memasuki beberapa bulan hubungan ku dengannya, aku sering mengucapkan kata pisah. Tapi anehnya dia tidak pernah menghiraukan perkataan ku, dengan sabar dia selalu menasehati ku.
Hingga tibalah ulang tahun ku yang ke 18 tahun, dia memberikan sebuah hadiah mukena yang sampai saat ini masih ku simpan rapi. Apabila saat ini aku menatap mukena itu, pasti aku akan terkenang semua tentang dia. Dan saat itu aku sudah kuliah disalah satu perguruan tinggi di Aceh.
Memasuki 20 bulan hubungan ku dengannya tepatnya tanggal 26 desember 2015, disitulah aku memilih dan memutuskan untuk berpisah saja, karena ku rasa tidak ada gunanya tetap bertahan dengan dia yang belum halal untukku. Karena aku tau tulang rusuk tak akan tertukar dengan pemiliknya.
Dan mulai saat itu aku memilih untuk menyimpan namanya di dalam doa, meskipun komunikasi antara aku dan dia tetap terjalin dengan baik sampai detik ini. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku serta telah memberikan apa yang sanggup kamu beri untukku. aku yakin dan percaya jodoh, maut, rezeki dan langkah sudah di atur olehNya. Biar waktu yang akan mempertemukan kita kembali di saat yang tepat. Percayalah kau tetap yang terindah, dan masih menjadi satu - satunya di hati ku.
Tulisan ini di diikutsertakan dalam writing challenge "cerita seputaran tentang mantan terindah" yang diselenggarakan oleh . Bagi yang ingin ikut berpartisipasi dalam kontes ini bisa langsung klik disini.