Selamat malam sahabat Steemian, pada malam hari ini aku ingin berbagi cerita cintaku, kisah nyataku dalam rangka mengikuti kontes KHANZAYUMIDI yang disponsori oleh ,
,
dan
.
Ini kisah cintaku dengan mantan terindahku :
Beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2004 silam. Aku main ke rumah temanku yang bernama Ratna, dia mempunyai banyak teman karena dia seorang yang ramah dan supel. Dari Ratna aku dikenalkan seorang pria bernama melalui nomer telepon yang diberikan. Aku yang waktu itu sedang jomblo alias sendiri mencoba menghubungi nomer telepon tersebut. Sayangnya ketika aku telepon yang mengangkat adalah seorang perempuan dan belakangan baru diketahui itu adalah adik perempuannya yang bernama
. Adiknya sedang ada di rumah kost dekat tempat kerjanya sedangkan kakaknya
berada di Bojonggede, Bogor masih satu kota denganku.
Beberapa hari kemudian aku sibuk mengikuti kursus menjahit di Juliana Jaya yang berada di Depok, propinsi Jawa Barat, Indonesia. Aku pun melupakan sosok yang belum pernah bertemu dengan orangnya. Pada malam harinya ketika aku sedang mengerjakan tugas dari guru kursus menjahitku yaitu menggambar pola dan menempel pola pakaian yang akan dijahit pada buku pola. Tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh seseorang sambil mengucapkan salam. Aku tidak segera membukakan pintu karena aku sedang sibuk mengerjakan tugas dari guru kursus menjahitku. Kakak perempuanku membukakan pintu dan terdengar suara : "Santi ada mbak?". Kakakku tidak menjawab tetapi langsung masuk ke dalam rumah. Kakakku memang begitu tidak suka jika ada teman pria yang kelihatan akrab denganku. Mamaku pun keluar dan bertanya maksud kedatangan
.
Syarrf : "Santinya ada Bu?".
Mama : "Ada di dalam, ini siapa ya?"
Syarrf : "Saya Bu, dari Villa Asia, Bojonggede".
Mama : "Tunggu sebentar ya, saya panggilkan Santi dulu. Santi...San...ada temannya nih!"
Aku yang sedang mengerjakan tugas merasa terganggu dengan kehadiran tamu tak diundang tersebut. Terpaksa aku temui juga pria itu. Kami pun berkenalan dan datang bertiga dengan temannya Aksay dan Jo. Kami pun saling berkenalan dan saling bercerita. Singkat kata aku dan
langsung cepat akrab. Hampir setiap hari
datang ke rumahku, dia tidak peduli dengan sikap kurang ramah dari kakak perempuanku. Bahkan
pernah disiram sampah dari pengki ke atas kepalanya ketika sedang mengobrol dengan bapakku.
pun segera pulang diantar oleh bapakku. Mendapat perlakuan kasar dari kakakku tidak membuat
kapok untuk datang kembali ke rumahku. Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa karena aku menghormati kakak perempuanku dan aku memaklumi sikapnya yang aneh karena dia belum pernah punya teman dekat terutama pria.
Kereta ekonomi
Setiap aku pulang kursus menjahit selalu menjemputku. Aku merasa malu karena menjadi bahan ledekan teman-teman kursusku. Tetapi aku tetap pulang bersama
naik kereta ekonomi jurusan Depok-Bogor dan turun di stasiun Bojonggede. Seringnya kami berdua bertemu dan jalan bareng membuat aku mulai suka dengan
tetapi aku membiarkan saja perasaan ini di dalam hati. Surat yang ditulis dan diberikan oleh
pun tidak aku balas. Sampai akhirnya aku baru merasakan kehilangan ketika
pergi ke rumah kerabatnya di Sukabumi, Bogor selama lima hari.
Aku merasa sepi, hampa, tidak nyenyak tidur, gelisah, makan juga tidak enak, pikiranku tertuju pada sosok . Mungkinkah ini namanya cinta? Ternyata lagu-lagu cinta yang pernah aku dengar di radio ada benarnya karena aku pun turut merasakan galaunya memikirkan seseorang yang disayang. Kukeluarkan secarik kertas dari dalam tasku. Surat cinta dari
pun aku baca kembali dan aku tulis bahwa aku pun juga menyukainya dan sekarang aku merasa kesepian dan kehilangan karena tidak ada kabar dari
selama lima hari.
Beberapa bulan sejak pertemuan dan perkenalanku dengan aku pun resmi menjadi pacar
. Lokasi tempat jadiannya sangat tidak romantis, di teras rumah kontrakan kakak sepupuku
alias mbak Eka dan jemuran di atas kepala kami berdua menjadi saksi bisu aku dan
jadian. Kami sepakat tanggal 21 Februari 2005 adalah tanggal jadian kami berdua dan kami juga sepakat hari Valentine kami bukan tanggal 14 Februari tetapi tanggal 21 Februari karena tanggal tersebut adalah tanggal yang bersejarah bagi kami berdua.😂
Sejak itu kami sering jalan bersama meskipun dengan cara bersembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan kakakku. Kakakku akan sangat marah jika mengetahui adiknya lebih dulu punya pacar. Meskipun begitu aku bersyukur karena kedua orang tuaku merestui kedekatan kami berdua dengan syarat harus bisa menjaga diri baik-baik dan menjaga nama baik orang tua serta jangan buru-buru menikah sebelum kakakku menikah.😱
Kejutan bagiku datang ketika aku pulang kursus menjahit, menjemputku sambil memakai tas dan berseragam layaknya seperti orang pulang kerja. Ternyata
melamar kerja di perusahaan Solite di Depok tidak jauh dari tempat kursusku. Perusahaan Solite merupakan perusahaan yang memberikan kredit barang-barang elektronik kepada konsumennya
dan menjadi salah satu salesnya. Belakangan baru aku ketahui
memalsukan ijazah sekolahnya karena dia tidak tamat SMA (Sekolah Menengah Atas) dia membuat stempel sendiri dan mencetak ijazah SMA sendiri agar diterima di perusahaan Solite demi untuk bisa berangkat dan pulang bareng denganku. 😱 (Jangan ditiru ya kelakuannya). Kursus menjahit yang aku jalani memang ada tiga jadwal, pagi, siang dan sore sehingga peserta kursus bisa memilih sesuai dengan keinginannya. Aku dan
pun menjadi sering jalan bersama. Naik kereta ekonomi tanpa bayar (waktu itu pemeriksaan tiket kereta belum ketat seperti sekarang) dan dari stasiun Bojonggede kami berdua jalan kaki menuju rumahku.
mengantarku hanya sampai di depan rumah tetangga karena kami masih pacaran backstreet alias sembunyi-sembunyi dari kakak perempuanku.
Hari berganti tiap hari, bulan berganti bulan, setiap datang di malam hari dia selalu menjentikkan jari jempol dan jari tengahnya sebagai kode bahwa dia sudah datang dan menungguku di depan rumah tetangga. Alhamdulillah tetangga-tetanggaku sangat baik dan pengertian karena memahami sikap kakak perempuanku dan mengizinkan teras rumah panggungnya dijadikan markas tempat aku dan
bertemu dan berbagi cerita sampai larut malam.😁
Kemudahan mendapat tempat untuk bertemu tersebut kami dapatkan karena banyak tetanggaku yang sering minta bantuan kepada untuk memperbaiki televisi yang rusak di rumahnya. Kebetulan
memiliki keahlian memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak pada waktu itu sehingga kedatangan
ke kampung Susukan, Bojonggede, Bogor bukan hanya ditunggu-tunggu olehku tetapi juga oleh para tetanggaku yang ingin memperbaiki barang-barang elektroniknya yang rusak. Ketika sedang bekerja di rumah tetanggaku
aku bawakan makan siang yang aku ambil di rumah secara diam-diam takut ketahuan kakakku. Tetapi kadang-kadang tetanggaku juga berbaik hati menyiapkan makan siang untuk
ketika dia sedang memperbaiki televisi yang rusak di rumahnya.
Setelah enam bulan, aku berhenti kursus menjahit karena sejak aku berpacaran aku sudah tidak bisa lagi konsentrasi, yang selalu datang hampir setiap hari mengganggu konsentrasiku saat belajar.
pun begitu dia mengundurkan diri dari pekerjaannya menjadi sales kredit barang elektronik di perusahaan Solite karena aku sudah berhenti kursus. (Ya ampun, melamar pekerjaan itu sulit, banyak pengangguran di mana-mana tetapi
dengan santainya melepaskan pekerjaan hanya karena sudah tidak ada lagi teman berangkat kerja bareng).😁
Setelah berhenti kursus menjahit, aku memilih belajar mengaji di majlis ta'lim Sulamul Mubtadi'in pimpinan ustadz Ismail Ramli di kampung Parakanjati, Bojonggede, Bogor. Lagi-lagi aku tidak konsentrasi dalam belajar mengaji karena ketika pulang mengaji sudah menjemputku di bawah pohon nangka bersama dengan adik tirinya Subhan alias Boy. Lagi-lagi aku merasa malu karena teman-teman mengajiku menertawaiku yang tidak menyadari ada seseorang yang menungguku di bawah pohon dari pagi. (Sudah seperti penunggu pohon nangka saja).😂
Setelah pacaran selama kurang lebih satu setengah tahun menemui kedua orang tuaku, mereka bertemu di teras musholla agar tidak ketahuan oleh kakakku dan
mengutarakan maksudnya untuk melamarku serta berjanji akan membawa orang tuanya dan membawa uang lamaran jika orang tuaku setuju. Sayangnya orangtuaku menolak dengan alasan kakak perempuanku tidak setuju jika aku menikah lebih dulu.
Tidak mendapat izin dari orang tuaku tidak kehabisan akal setelah sebulan sebelumnya sibuk sendiri mengurus surat-surat untuk menikah dengan izin dari bapaknya (sekarang sudah almarhum) aku "diculik" jam tiga pagi. Aku berjalan dalam gelap malam melewati kebun dan jalan kampung yang sepi sambil menuntun sepedaku menuruti ajakan
untuk menginap di rumahnya karena keesokan harinya tepatnya hari Kamis, tanggal 15 Juni 2006 adalah hari pernikahan aku dan
.
sudah mengatur semuanya, termasuk menentukan salon tempat aku dirias dan menyewa baju pengantin. Orang tua
juga sudah memasak ala kadarnya untuk acara selamatan pernikahan kami berdua.
Pagi harinya bapakku datang menemui dan memberitahu bahwa ada tetangganya yang televisinya rusak dan ingin diperbaiki.
menolak tidak bisa mengerjakannya sekarang karena akan menikah denganku
. Bapakku tidak percaya begitu saja karena menyangka aku masih ada di rumah di dalam kamar dan masih tidur karena pintu kamar tertutup rapat.
berusaha meyakinkan bapakku bahwa aku sudah ada di KUA (Kantor Urusan Agama), bapakku masih tidak percaya dan segera pulang ke rumah untuk memastikan bahwa aku masih ada di dalam kamar. Ternyata bapakku baru percaya setelah melihat aku tidak ada di dalam kamar dan melihat salah satu lemari bajuku kosong karena sebagian pakaian sudah aku bawa semalam dengan menggunakan tas ransel.
Bapakku menangis karena kaget tidak menyangka salah satu anak perempuannya akan menikah hari ini tanpa meminta izin. Aku yang waktu itu masih polos dan belum mengerti mau saja diajak menikah diam-diam oleh tanpa mengundang pihak keluarga dan pihak tetanggaku. Akhirnya bapakku merestui aku dan
menikah di KUA (Kantor Urusan Agama) kecamatan Bojonggede tanpa dihadiri oleh mamaku dan keluargaku hanya bapakku yang datang beserta dua orang tetanggaku sebagai saksi ibu Dedeh dan pak Ilyas (sekarang sudah almarhum) sedangkan dari pihak
yang datang ke KUA adalah bapaknya, adik kandungnya
, adik sepupunya
dan seorang temannya Koko yang mengambil gambar dan merekam pernikahan kami berdua. Pernikahan aku dan
sangat sederhana tetapi tidak mengurangi kebahagiaan kami karena kami berdua bisa bersatu dan aku bisa menginap di rumah
tanpa perlu dicari-cari oleh bapakku lagi. Mamaku masih kurang setuju tetapi hanya bisa pasrah karena aku dan
sudah resmi menikah sedangkan kakakku tidak mengetahui dan tidak curiga kalau aku sudah menikah dengan
karena orang tuaku berbohong mengatakan kepada kakakku bahwa aku sedang mondok di pesantren As-Saba milik pak H. Nuh di kampung Sawah, Bojonggede, Bogor.
Tiga tahun kemudian tepatnya bulan September tahun 2009 kakakku bertemu dengan jodohnya, menikah dan sekarang dikaruniai seorang anak perempuan. Alhamdulillah aku merasa sangat bahagia, doaku terkabul, kakakku bertemu jodohnya dan tidak lagi memusuhiku serta memaafkan aku yang sudah lancang melangkahi kakaknya alias menikah lebih dulu.
Itulah sekilas cerita cintaku, kisah nyataku dengan mantan terindahku yang sekarang menjadi suamiku dan ayah bagi tiga orang anak-anak perempuan kami, Zahra, Aisyah dan Meta. Alhamdulillah aku bersyukur memiliki keluarga yang bahagia dalam kehidupan kami yang sederhana.
Demikian telah aku ikuti kontes mantan terindah KHANZAYUMIDI. Semoga sahabat Steemian terhibur dan dapat memetik hikmahnya bahwa cinta itu harus diperjuangkan bukan untuk disesalkan. Kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita cintaku dengan mantan terindahku ini. Selamat malam.