Pandemi Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah ini pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020.
Hingga saat ini terdapat 154.788.122 Kasus terkonfirmasi, 60.275.365 Kasus dirawat, 91.275.949 Kasus sembuh, dengan 3.237.808 Jiwa mengalami Kematian di 192 wilayah terdampak.
Virus SARS-CoV-2 ini diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk. Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang. Penyakit Covid-19 paling menular saat orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala muncul.
Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan sesak napas. Komplikasi dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat.
Sekarang sudah terdapat banyak sekali vaksin untuk melindungi diri dari virus ini diantaranya : BioNTech, Pfizer , CanSino , Corona Vac , Janssen , Moderna dan Oxford, AstraZeneca.
Dari Our World In Data dan JHU CSSE COVID-19 Data pada 29 Oktober 2021 tercatat 4,42 Juta kasus di Indonesia dengan 143 ribu jiwa yang meninggal dunia. 12.309 dalam perawatan dan 4.088.138 jiwa yang sembuh. Pada tanggal yang sama juga tercatat pada Our World In Data total vaksinasi minimal 1 dosis sebanyak 11.7.689.114 jiwa atau 43,0% populasi dan 72.061.077 jiwa yang divaksinasi lengkap atau 26,3%.
Vaksin adalah sediaan biologis yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan adaptif terhadap penyakit infeksi tertentu. Biasanya, vaksin mengandung agen atau zat yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit yang dilemahkan arau dimatikan. Agen dalam vaksin merangsang sistem imun agar dapat mengenali agen tersebut sebagai ancaman, menghancurkannya, dan mengingatnya agar sistem imun dapat kembali mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang berhubungan dengan agen tersebut saat ditemui pada masa depan. Seperti fungsinya vaksin COVID-19 merupakan vaksin yang nantinya akan digunakan untuk menangani penyakit koronavirus 2019 (COVID-19).
Vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah program yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam meminimalkan penyebaran penyakit koronavirus akibat pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020. Dari 269,5 juta jiwa masyarakat Indonesia pada 2019, pemerintah menargetkan program vaksinasi akan selesai pada 2021 dengan jumlah orang yang akan divaksinasi mencapai lebih dari 75 persen penduduk atau sekitar 208 juta jiwa. Jumlah tersebut berkaitan dengan syarat yang harus dipenuhi untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan massal yang mana untuk mewujudkan hal ini masyarakat diharapkan dapat bekerjasama untuk bersama melakukan vaksinasi yang telah disediakan pemerintah.
Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Namun terdapat beberapa gejala yang paling umum jika seseorang terpapar penyakit ini seperti demam, batik, kelelahan, kehilangan rasa atau bau. dan gejala yang sedikit tidak umum seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit dan nyeri, diare, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki, mata merah atau iritasi. dan juga terdapat beberapa gejala serius seperti , kesulitan bernapas atau sesak napas, kesulitan berbicara atau bergerak, atau bingung dan nyeri dada. Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus ini, tetapi bisa juga sampai 14 hari setelah terinfeksi.
Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan untuk mencegah tertular pendemi ini di antaranya ialah mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi. Pandemi covid-19 mengakibatkan sekolah dan universitas telah ditutup baik secara nasional atau lokal di lebih dari 124 negara dan memengaruhi lebih dari 1,2 miliar siswa.
Pandemi ini juga telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global, penundaan atau pembatalan acara olahraga dan budaya, dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang yang mendorong pembelian panik. Minimnya informasi dan teori konspirasi tentang virus telah menyebar secara daring, dan telah terjadi insiden xenophobia dan rasisme terhadap orang Tiongkok dan orang-orang Asia Timur atau Asia Tenggara lainnya.