adakah setiap rajutan laba-laba ini tak penting? Foto Sendiri di blog sebelah
Hai hai hai...
Berapa dari kalian yang beranggapan kalau postingan “sampah” tak layak dihargai?
Berapa dari kalian yang menganggap kalau sesuatu tak penting itu tak berhak dipublish, dibicarakan, dicerna atau apapun itu.
Sampah adalah sampah, begitu ya? Baiklah..
Jika begitu, bagaimana dengan fakta bahwa ;
Menurut kalian, pliek u (patarana khas Aceh) itu tak penting. Tapi tahukah kamu kalau pliek u telah mengantarkan sebagai salah satu pengusaha muda Aceh?
sumber
Menurutmu mungkin ikan teri tak penting untuk dibahas, tapi tahukah kamu kalau ternyata itu sangat berarti bagi kak . Karena dengan ikan terilah ia berhasil membangun keperkasaan nelayan di desanya.
sumber
Menurut anda, coklat itu hanyalah sebuah ungkapan keromantisan ala cinderella. Tak lebih hanya sebuah simbol saja. Tapi tidak bagi bang . Coklat baginya adalah salah satu jalan membantu membangunkan rumah kepada mereka yang tidak mampu.
sumber
Apam mungkin tak penting dibahas, tapi bagi saya, apam adalah sesuatu yang luar biasa. Cara membuatnya harus dengan belanga tanah. Dengan suhu tertentu, dengan sentuhan tertentu, dan harus ada aroma daun kelapa yang menjadikannya sebagai APAM Aceh. Bayangkan bila akhirnya apam di goreng? Apakah dia apam? Bukan. Melainkan dia adalah bakwan! Jadi, apam tetap penting.
Membahas sempak, (halah kenapa harus ke sini lagi sih?). porno, nggak penting, membosankan, pembahasan orang bodoh, dan entah apalagi yang ingin kalian sematkan kepada pembahasan sempak. Tapi tahukah kita, bahwa bagi sebagian pria, memilih sempak baru itu ibarat memilih pasangan hidup yang akan menemaninya sepanjang perjalanan karir hidupnya? Ah, lebay!
Tahukah engkau, kalau ada orang-orang seperti saya yang harus sangat selektif memilih celana dalam. Salah pilih maka fatal akibatnya. (ini serius! Bacalah dengan baik dan benar. Jangan tertawa dulu!) nyelip sedikit, bisa kacau penampilan seorang pria di muka umum. Ketat sedikit maka bisa dipastikan dia akan terkena hal-hal yang tak mengenakkan. Misalnya penyakit kulit pada bagian anu. Dan masih begitu banyak, bila saya ingin jabarkan hanya dari sisi sempak dan apam.
Foto sendiri dari blog sebelah
Pertanyaan sekarang adalah, apakah itu semua tak penting di posting di sebuah blog atau di Steemit? Menurut saya, yang fakir ilmu ini, jawabannya adalah Tidak! Sampah saja sudah ada bank sampah yang memberikan hasil kepada orang lain. Begitu juga dengan setiap tulisanmu, kawan.
Untuk tahap awal, kamu bisa menuliskan apa saja yang menurutmu penting walaupun menurut orang lain tak penting. Tak apa, biarkan saja. Suatu hari doakan dia agar jatuh cinta padamu, lalu engkau katakan padanya, aku tak sudi berdua denganmu, karena engkau juga berkelamin sama denganku. (halah)
Setiap tulisan ada pembacanya. PeDe-lah sedikit dengan hasil karya diri sendiri. Saya masih ingat pesan seorang blogger keren (alm) Cumilebay.com
kalau bukan kita yang bisa menghargai diri sendiri, apa kita mau mengharapkan orang lain akan menghargai hasil kreatifitas kita?
Nah, begitulah kawan. Tapi ada tapinya. Jangan pulak habis kelen baca tulisan awak ini, besok postingannya betul betul sukak hati. Jangan juga kek gitu lah bro. Paling tidak. Bila tulisan itu tak bisa mengambil hati dek putri, minimal bisalah diambil hikmah dan manfaatnya.
Alamak, kenapa kali ini postingan saya jadi begitu sok bijak ya? Mungkin ini efek kopi tadi sore. Anggap saja bathinnya sedang galau ya?
Salam Dari bapak beranak tiga nan alay