Tykn, helping NGOs and Governments to help people better.
Masih melanjutkan postingan tentang Tykn, sebuah humanitarian start up berbasis blockchain technology, yang memfokuskan ruang gerak mereka untuk memfasilitasi NGOs dan Pemerintah dalam membantu orang-orang tanpa identitas, untuk mendapatkan kembali dokumen bukti diri. Rasanya tiada habis kekaguman saya terhadap Tykn ini, deh!
Baca juga: Tykn, solusi jitu dalam mendapatkan kembali dokumen bukti diri
Seperti yang diuraikan oleh Tey Al-Rjula, sang pendiri Tykn, dalam presentasinya di acara World Blockchain Forum (tonton videonya di akhir artikel), kini, ada sekitar 290 juta anak di dunia ini, yang terlahir di camp-camp pengungsi, atau daerah-daerah konflik lainnya, atau anak-anak yang terlahir dari ibu korban perdagangan wanita, atau mereka sendiri menjadi korban perburuhan anak, dan lain penyebabnya, TIDAK berhasil mendapatkan akte kelahirannya, sehingga jadilah mereka sebagai anak-anak yang 'tidak terlihat' atau invisible children. Belum lagi, fakta menyedihkan lainnya, seperti yang diperlihatkan oleh Tey di dalam presentasinya yang datanya saya skrinsut di bawah ini. Coba deh perhatikan.
on The World Blockchain Forum, Sep 2018[
Sungguh memprihatinkan ya? Sekian banyak manusia yang terpaksa harus hidup dalam ketiadaan daya meraih kehidupan yang lebih baik, atau setidaknya kehidupan normal hanya disebabkan oleh persoalan identitas yang tidak berhasil diverifikasi. Miris. Menyedihkan.
Dan beranjak dari keprihatinan inilah, ditambah pula oleh pengalaman pribadi Tey, yang adalah juga seorang invisible man, menuntunnya untuk mendirikan Tykn. Pengalaman pahit akan pedihnya berkehidupan tanpa identitas, yang dialaminya, serta pengembaraannya dalam mengupayakan agar dirinya dapat kembali memiliki status legal sebagai visible man, sungguh membuatnya ingin mencari solusi jitu untuk mengakhiri penderitaan ini. Dan...? Solusi jitu itu bernama Tykn!
Yup, Tykn membantu fasilitasi pendaftaran orang-orang yang rentan ini (vulnerable masses), termasuk pengungsi dan anak-anak invisible/tak terlihat, sehingga mereka dapat hidup tanpa takut kehilangan identitas mereka, dan bisa menjalani kehidupan yang normal dan bermartabat seperti yang lainnya.
Dan untuk mewujudkan hal ini, Tykn memanfaatkan Sovrin Network untuk membangun tools yang diperlukan dalam rangka membantu/asistensi mereka-mereka yang datanya belum tersimpan/terdata di dalam sistem sentralisasi.
Toufic 'Tey" Rjula, the Invisible Man behind Tykn Establishment.
Here we go! This is him! The invisible man who become the invincible man! The man behind Tykn establishment.
Bernama Toufic Tey Rjula, pria kelahiran Quwait, dari Ayah dan Ibu berkebangsaan Syria, namun karena akte kelahirannya lenyap di dalam kecamuk perang, maka Tey hanya bisa menyebutkan nama daerah kelahirannya itu secara lisan saja, tidak secara tertulis.
Ketiadaan akte lahir, memasukkannya ke dalam daftar invisible men, dan membuatnya harus rela dengan status 'unknown' yang tertera pada kolom "tempat lahir" pada berkas-berkas pentingnya. Salah satu contoh surat penting itu adalah surat ijin mengemudi, yang dikeluarkan oleh pemerintah negeri Belanda, negara di mana Tey berdomisili.
Tey tentu saja bukan invisible man biasa. Lelaki pemilik gelar Master of Digital Currency dari Universitas Nicosia ini, yang adalah juga Global Moderator pada Bitcoin.com, adalah lelaki luar biasa, pencetus berdirinya Tykn.
Mengulas tentang Tey, sungguh bikin kita terkagum-kagum. Lelaki yang tinggal di negeri Belanda ini, dan sempat mencecap pedihnya pengembaraan dalam camp pertama hingga camp ke lima dalam rentang masa dua tahun, dalam rangka mengurus kembali berkas resmi dokumen dirinya itu, berkisah, bahwa menjadi invisible people itu sungguh menyedihkan. Dalam dua tahun pengembaraannya itu, Tey mengantongi 14 kg kertas berkas pengurusan dokumen diri, dan rentang jarak perjalanan sejauh 987 km. Huft.
Tey memang bukan invisible man biasa. Bersama Khalid Maliki dan Jimmy J.P. Snoek, mereka mendirikan perusahaan bertujuan mulia ini, dan dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan Sovrin Network, Tykn ingin membantu memfasilitasi the vulnerable people, termasuk the invisible people untuk memiliki kembali dokumen berharga, identitas bukti diri, akte lahir dan akte penting lainnya, secara digital dan tercatat abadi sehingga tidak akan rusak atau hilang lagi.
Sovrin Network adalah jaringan decentralized terpercaya, aman, transparant, dan mudah diakses yang memang dibangun untuk menyimpan data identitas maupun dokumen berharga seseorang secara digital, untuk memastikan si orang tersebut memiliki datanya dan dapat diverifikasi dengan aman.
Sovrin Foundation adalah sebuah organisasi dunia, bersifat non-for profit yang meyakini sepenuhnya bahwa setiap orang mau pun lembaga memiliki hak sepenuhnya terhadap identitas diri yang hakiki.
Tykn Achievements
Berbicara tentang Tykn memang tiada akan ada habisnya. Kekaguman demi kekaguman akan terus bermunculan, terlebih melihat achievement-achievement yang telah mereka capai sejauh ini, di antaranya:
1. Best ICO Pitch at the Blockchain Innovation Conference 2018
2. Terpilih di dalam pitch for Rockstart, sebuah startup accelerator berlokasi di Amsterdam, Tykn terpilih sebagai salah satu pemenang dari 1100+ kontestan.
3. Menjadi pemenang the Spindle Innovation Awards (powered by Partos and Accenture) with our Project ZINC (Zero INvisible Children) initiative.
4. Menjadi semi-finalis di dalam event the Accenture Innovation Awards, yang menjadikan Tykn kembali menjadi the Top 25 of the year.
Dan masih banyak lagi! Sungguh luar biasa ya? Hm, btw, cukup sekian dulu tentang Tykn, ya, artikelnya sudah terlalu panjang, so see you on the next article!
Al, Bandung, 20 November 2018