Salam sahabat steemit. Kreatifitas orang zaman dulu patut diacungin jempol. Mereka membuat alat-alat dapur dan benda-benda lainnya dengan seksama yang selanjutnya digunakan untuk berbagai kebutuhan. Kali ini saya akan memposting beberapa jenis alat dapur tradisional yang masih digunakan sekarang oleh beberapa orang Aceh dan masyarakat Melayu.
Warmest greeting steemians. The creativity of our ancestors must be appriciated. They carefully made the kitchen stuffs that would be used for various needs. On this lovely time I would like to post about several tradisional utensils that are still used by some people of Aceh and Malay people.
Batu Giling (Batee Seumeupeh)
Aceh menyebutnya batee seumeupeh, yang dipahat dari batu membentuk semacam wadah untuk menggiling bumbu masak. Bumbu masak seperti bawang, cabai, dan sebagainya ditumpuk di atas badan batu giling itu yang selanjutnya digiling secara manual. Sekarang, batu giling itu masih digunakan bila arus listrik berhenti (mati). Kelebihan yang dimiliki benda padat ini adalah bisa menghasilkan racikan bumbu padat, dan katanya bumbu yang telah digiling akan lebih terasa ketimbang bumbu yang digiling dengan blender (alat modern). Bentuk batee seumeupeh pipih, bagian atas dan bawahnya segi empat, sedangkan aneuk batee seumeupeh bulat panjang. “Batee seumeupeh dan aneuk batee seumeupeh terbuat dari batu sungai yang dipahat dan kemudian dijual di pasar. Panjang sebuah sebuah batu giling kira-kira 30 cm dengan lebar kira-kira 20 cm dan tingginya 10 cm.
Itu adalah tampilan batu giling, benda yang sudah dibuat berbentuk bulat lonjong itu berperan sebagai penggiling yang menghancurkan bumbu masak. Dengan itu, bumbu digiling hingga menjadi padu. Batu penggiling panjangnya berkisar 7-8 cm.
Ulek-Ulek (Ceprek)
Ulek-ulek atau dalam orang Aceh menyebutnya ceprek ini berfungsi hampir sama dengan batu giling. Tapi, ulek-ulek yang dibuat dari dua bahan dasar yakni dari bahan kayu, tanah liat dan batu ini cara kerjanya sangat terbatas dan memakan waktu lama untuk menghasilkan bumbu dengan jumlah banyak. Benda yang berbentuk cekung ini biasa digunakan untuk menghaluskan bumbu rujak, dan bumbu lainnya. Ceprek ini masih dijual di pasar-pasar dengan harga yang relatif murah.
Kukuran Kelapa (Geulungku)
Kukuran kelapa atau geulungku digunakan untuk mengkukur kelapa, hampir tiap rumah masih menyimpan jenis alat dapur tradisional ini. Untuk mengoperasikannya butuh keahlian dan teknik tertentu karena ujung kukuran bergerigi yang bisa saja menyebabkan kulit tangan terluka. Kukuran digunakan untuk mengkukur, mengeruk (mengikis) isi kelapa. Kukuran merupakan alat yang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan masyarakat karena sebagian masyarakat Aceh resep masakannya masih menggunakan santan kelapa.
Old Stuffs Make Great
Thank For Giving Me A Space