Aceh yang terletak di ujung Pulau Sumatra memiliki keunikan tersendiri dalam dunia kuliner. Sebagai wilayah yang kaya akan jenis makanannya. Aceh juga memiliki nilai budaya dan cara dalam merawat warisan budaya yang sudah turun temurun dijaga.
Ada berbagai cara yang terus dikembangkan oleh penghuni Bumi Chut Nyak Dhien ini dalam melestarikan kekayaan generasi sebelumnya. Misalnya pertama: mengkonsumsi kuliner local yang baik untuk tubuh dan menambah energy. Kedua bisa dengan menceritakan atau mendokumentasikan kembali kuliner khas dari daerah kita yang kemudian kita up kan kembali atau kampanyekan di social media.
Nambai On Peugagan merupakan kuliner khas yang sudah di jaga bertahun-tahun lamanya oleh masyarakat Aceh. Hampir disetiap kabupaten/kota di Aceh baik dipantai barat selatan maunpun pantai Utara propinsi Aceh, jenis kuliner ini akan hadir dalam bulan yang selalu ditunggu dan dirindui oleh umat muslim.
Adalah Centela Asiatica alias pegagan merupakan salah satu jenis lalapan yang sering mewarnai Ta’jil hampir setiap Ramadhan di Aceh. Perpaduan serai, kelapa , daun jeruk, belimbinh wuluh, cabe hijau, bawang merah yang dipadan dengan cacahan daun pegagan,....eeemmmh membuat lidah tak ingin berhenti mencicipi fresh dan yummiii nya Nambai on Peugagan.
Kawan-kawan Steemit, sebagai generasi penerus, mari terus melestarikan budaya bangsa dan menjadi generasi yang menghargai warisan generasi sebelumnya