Di Indonesia, kerajinan songket yang terkenal berasal dari Pandai Sikek dan Silungkang, Minangkabau, Sumatera Barat, serta di Palembang, Sumatera Selatan.Namun,siapa sangka ternyata di Aceh juga terdapat kain songket Aceh. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berkunjung kerumah pengrajin songket di Aceh. Lokasinya berada di Desa Miruk Taman, Darussalam Banda Aceh.
Pengrajin songket Aceh ini bernama Ibu Jasmani. Beliau sudah membuat songket selama 15 tahun. Ia bekerja bersama suami dan beberapa temannya yang berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga. Ibu Jasmani memproduksi songket dengan motif-motif tradisional yang sudah merupakan ciri khas budaya dari Aceh seperti Pintoe Aceh, Rincong, Motif Karawang Gayo. Namun, jika ada yang memesan songket dengan motif tertentu ia juga bersedia memproduksi.
Ibu Jasmani memproduksi songket menggunakan alat tradisional karena menurutnya songket yang diproduksi dengan alat tradisional ini kualitas kainnya akan lebih bagus dan tahan lama. Namun dengan menggunakan alat tradisional membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan selembar kain songket berukuran 1-1,5 meter.
Biasanya waktu pengerjaan selembar kain songket bias memakan waktu 2 minggu-1 bulan tergantung pada kerumitan motif yang dibuat.
Selama 15 tahun terakhir, ia hanya menghasilkan songket untuk dijadikan pakaian yang biasanya dijadikan sebagai salah satu hantaran persembahan perkawinan. Atau sebagai bahan untuk dijadikan rok yang biasanya dikombinasikan dengan kebaya yang dipakai diacara-acara resmi.
Namun, saat ini ia sedang mencoba untuk melakukan diversifikasi terhadap kain songket yang ia produksi seperti membuat tas,dompet dengan bahan dasar songket yang dikombinasikan dengan kain sintetis, kain katun, dan aksesoris lainnya.
Melalu diversifikasi ini juga ia bias mengenalkan songket Aceh kepada masyarakat secara lebih luas. Tas berbahan dasar songket yang ia hasilkan sangat cocok digunakan oleh anak-anak remaja ketika mereka berpergian untuk acara-acara santai bersama temannya. Hal ini sekaligus memperkenalkan budaya kepada generasi muda agar mereka tidak melupakan budaya nya sendiri..
Yuk kenali, cintai, dan lestrarikan budaya kita..
Karena jika bukan kita, siapa lagi?
Mesin Songket Tradisional
Songket yang siap untuk dijadikan bahan pakaian..
Tas sandang dengan bahan dasar songket Aceh