Zaman sekarang sudah sangat jarang masyarakat Aceh mau memakai pakaian adat ketika pergi ke suatu majelis, kalaupun memang ada yang memakai maka akan dipandang aneh oleh sebagian orang dan ditertawakan, padahal itulah pakaian yang seharusnya dipakai di tanah Aceh.
Kenapa Pakaian Tradisional Aceh hanya di pakai oleh pengantin ketika acara pesta, padahal apabila pakaian tradisional ini digalakkan dan dipakai ketika acara acara resmi maka itu akan menambah khazanah pelestarian budaya Aceh dan suasana ke Acehanpun akan sangat terasa.
Pakaian adat Aceh penuh dengan filosofi dan nilai nilai agamis, seperti memakai songket, ketika kita memakai baju pendek maka akan ditutup dengan songket sehingga bisa untuk sholat, dan nilai nilai kesopanan. secara keseluruhan pakaian Aceh sangat mirip dengan pakaian Melayu dan yang membedakan hanya cara pakai songket, kupiah mukutop/tungkop dan Ija Bohru yaitu kain yang berbentuk segi empat yang tiap ujungnya ujungnya disatukan dan dijadikan seperti tas dan dipakai dibahu kaum laki laki.
Ka Taduek di bumoe Aceh, Ka Tapajoh Bu Wase Tanoh Aceh, Ka Taduek Asai nibak Rumoh Aceh, Pakon Syit Ka Troh Bak Pakaian Ka han tatem sok Bajei Adat Aceh
Ketika kita sudah bertanah air dengan tanah Aceh, makan makanan Aceh, rumahpun rumah adat Aceh, alangkah indahnya ketika kita juga berpakaian layaknya pakaian adat budaya Aceh. Layaknya Negara Malaysia sangat mengangungkan nilai pakaian adat mereka sehingga setiap majelis resmi mereka akan memakai busana adat mereka, bahkan dikampus kita lihat kebanyakan mereka memakai pakaian kurung bagi perempuan dan ketika hari jumat ke mesjid semua mereka memakai pakaian adat. Karena pakaian adat tersebut sudah sangat islami.
Saya sangat memimpikan suatu saat di daerah saya yaitu Aceh juga diberlakukan aturan yang bisa membuat tinggi derajat adat dan budaya Aceh khususnya aturan paling tidak sehari dalam seminggu diwajibkan semua element masyarakat, baik siswa, PNS, pegawai swasta, memakai busana adat yang merupakan identitas dan jati diri suatu bangsa.