Hello everyone, greetings for those of you who are here and there, both young and old and those who are distressed and those who are outside of Steemit.
**Hellow semuanya, salam kenal buat anda yang disini maupun yang disana, yang muda maupun yang tua dan yang disteemit maupun yang diluar steemit. **
Eumm, foto diatas adalah sebuah foto dari bunga mawar merah yang menurut anda adalah biasa-biasa saja, tapi bagiku itu adalah kenangan indah nan kelam bercampur kelabu yang ketika aku mengingatnya seakan-akan langit runtuh dan bumi bergoncang, tapi didalam kedua keaadaan itu terselip secuil kebahagiaan yang seumpama air mata yang keluar dan meneteskan berlian beserta mutiara. Sesak napas ini ketika aku mengungkapkannya dan perih dadaku jika aku menyembunyikannya, simalakamalah akhirnya.
Kisah ini bermuala ketika saya masih duduk di sekolah menengah pertama dimana masa-masa itu adalah masa cabe-cabean dan masa yang sangat berpengaruh untuk mencari jati diri seseorang. Bunga mawar merah adalah simbol atau saksi bisu retak dan hancurnya sebuah impian yang kami dambakan.
Karena kejadian yang sangat pribadi sehingga saya enggan untuk mempublikasikan disini, ya semoga anda memahaminya. Untaian kata-kata indah ini sengaja kutulis begitu membingungkan agar para pembaca dan khususnya para kurator indonesia tergugah nalurinya untuk mengomentari naskah saya ini. Soalnya semenjak saya bermain steemit, para kurator indonesia yang meraup keuntungan dari sistem yang telah diterapkan disteemit tak pernah nampak moncong atau batang hidungnya di status saya, saya sangat berharap sesekali mereka para kurator indonesia agar kesasar ke postingan saya walau hanya sekali saja seumur hidup.
Itulah ungakapan hati saya dan saya juga percaya ratusan bahkan ribuan steemian indonesia juga sependapat dan senasib dengan saya yaitu tak pernah dikunjungi oleh para pembesar atau paus atau kurator indonesia. Mungkin mereka sedikit irit tentang memberikan upvote dan saya pingin tau apakah mereka tamak atau serakah dalam memberikan donwvote..?? Status inilah bukti yang sengaja saya karang, saya pingin lihat senetral mana mereka ketika kita mengkritisinya. Salam hangat dari saya untuk para kurator indonesia by .