Pentingnya dekat dengan ulama adalah agar tidak tersesat, menjauh dari syariat namun merasa bahwa surga sudah didapat.
.
Zaman fitnah layaknya potongan malam, gelap gulita, tak tahu, mana ular mana kayu bakar. Semua, seolah menjadi samar.
.
Serba terbalik, yang jujur dikhianati dan pengkhianat dipercayai. Solusinya; kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah serta dekati ulama rabbani.
.
Ketika dinasehati; "sabar dalam berdakwah", buka hati, dengar dan ta'ati! Jangan terpancing dengan gejolak emosi; bagaimanapun, tidak akan pernah sama antara penyusup yang hanya menggembori dengan wasiat tulus dari para pewaris nabi.
.
Kondisi aman dan pangan yang tercukupi, merupakan hal yang seharusnya disyukuri. Karena dua komponen itu merupakan faktor kenyamanan dalam beribadah. Allah berfirman:
.
Maka hendaklah mereka menyembah Rabb (Pemilik) rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (QS. Quraisy: 3-4)
.
Jangan berharap akan datangnya musuh, karena Rasulullah pernah bersabda:
لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ
"Janganlah kalian mengharapkan bertemu dengan musuh" (Bukhari dan Muslim)
.
Namun jika mereka datang, jangan lari, tapi hadapi. Karena kabur dari medan perang tanpa udzur syar'i bisa masuk dalam kategori "At-tawalli yaumaz zahfi".
.
Tidak setiap negara ditaklukkan dengan bom dan pedang; bukankah menang tanpa perang juga indah?
.
Tersebarnya Islam di Indonesia, berkuasanya Nabi Yusuf di Mesir dan penaklukan kota Mekkah oleh Baginda Nabi; menjadi bukti bahwa perang bukan satu-satunya solusi.
.
Walaupun memang, Islam ini tegak tidak terlepas dari darah para syuhada dan tinta para ulama.
.
Kami memohon kepada-Mu yaa Rabb, jagalah diri dan keluarga kami dari arus fitnah ajaran yang semakin hari semakin melenceng layaknya busur panah yang melesat tembus mengenai targetnya.
.
Fitra Hudaiya NA حفظه الله تعالى
(Negeri Para Nabi, 28 Sya'ban 1439)