Boleh saja banyak orang berbangga diri hidup di kota metropolitan. Mungkin saja banyak orang merasa paling beruntung karena tinggal di kota yang serba ada dan serba maju. Tapi bagi saya tak ada tempat seindah tempat ini, di mana saat kaki menginjak tanahnya seketika itu luntur segenap kelelahan jiwa. Itulah desa.
Pemandangan indah di depan rumah kakek di desa. Tempat inilah yang selalu saya tuju jika harus "melarikan diri" dari kesemrawutan kota Yogyakarta. Suasana khas dan pemandangan indah desa seperti ini nyaris tak pernah gagal mengobati jiwa-jiwa yang dibuat lelah oleh kehidupan kota.
Tinggal di kota besar seperti Yogyakarta memang menyenangkan. Layaknya kota besar, banyak fasilitas penunjang hidup yang bisa dinikmati. Apalagi dengan pesona budaya, wisata dan aura kotanya yang konon berhati nyaman. Dan memang banyak orang mengaku betah dan ingin kembali menyapanya.
Namun seperti umumnya kota besar dekat dengan banyak hal menyebalkan. Gigantisme Yogyakarta yang melesat pesat membuat ekosistemnya semakin mudah menimbulkan kepenatan. Seperti raksasa baru lahir, degup jantungnya begitu kuat, irama kehidupan kotanya sering kali mudah mendatangkan lelah.