Malam ini istri saya hanya masak nasi putih, karena hujan yang turun sejak siang hingga sore hari membuat istri malas untuk keluar rumah untuk berbelanja di warung sayuran membeli keperluan dapur. Untunglah selepas Maghrib hujan pun reda sehingga saya dapat mencari lauk pauk untuk makan malam.
Dengan ditemani anak, saya pun berangkat keluar rumah untuk membeli lauk pauk siap saji yang akan disajikan untuk makan malam bersama keluarga. Maka dengan sepeda motor saya berangkat menuju pedagang lauk pauk siap saji.
Menu pilihan keluarga untuk makan malam ini jatuh pada pilihan bebek goreng Madura.
Memilih beberapa bagian tubuh dari bebek yang sudah dikasih bumbu itulah yang pertama saya lakukan setelah sampai di pedagang tersebut. Saya memilih bagian potongan bebek yaitu dua potong bagian sayap dan satu potong bagian dada. Semua pilihan saya siap untuk digoreng oleh penjualnya.
Menunggu penjual menggoreng bebek yang saya pesan terbersit dalam pikiran saya sebuah pertanyaan, "Mengapa dikasih nama nasi bebek ? Dan pertanyaan itupun saya ajukan kepada pedagang nasi bebek. Tetapi jawaban yang saya dapatkan adalah, "karena menu utama yang saya jual adalah nadi putih dan daging bebek, maka orang-orang menyebutnya dengan nama nasi bebek", begitu yang dikatakan penjual nasi bebek.
Pesanan selesai digoreng dan dibungkus, maka saya pun bergegas pulang dengan membawa tiga potong bebek goreng tanpa nasi.