Teknologi blockchain yang telah berkembang di dunia tidak hanya terbatas pada urusan IT saja, tetapi juga bisa digunakan dalam segala hal, terutama dalam bidang ekonomi, kesehatan, politik, bahkan hukum sekalipun bisa memanfaatkan teknologi blockchain tersebut. Tadinya saya sempat berpikir bahwa blockchain akan susah dipahami dan diterapkan oleh orang awam seperti saya, ternyata blockchain ini hanya masalah logika. Bagaimana kita memberikan suatu solusi terhadap suatu isu yang berkembang secara runut. Ya… blockchain ternyata lebih kepada cara berpikir secara sistematis, tidak lompat-lompat agar tidak ada langkah-langkah yang terlewati.
Pada postingan kali ini saya ingin membahas tentang penggunaan ganja yang masih illegal di Indonesia, karena maraknya penyalahgunaan terhadap konsumsi dan distribusi ganja oleh beberapa orang. Dampaknya adalah pada orang-orang yang memang membutuhkan tanaman ganja sebagai obat atau sekadar sebagai bumbu penyedap masakan, mereka jadi tidak bisa memanfaatkannya.
Bila teknologi blockchain ini bisa diterapkan pada penggunaan dan pendistribusian ganja, sudah waktunya Indonesia memikirkan untuk mengkaji tentang pelegalan ganja untuk dikonsumsi dan mengatur jalur edar/distribusi ganja tersebut, karena bila penggunaan ganja terus dilarang tanpa dicarikan solusinya, akan banyak orang-orang tak bersalah yang mengkonsumsi ganja terkena jerat hukum, padahal ganja tersebut di konsumsi untuk dijadikan sebagai obat saja, tapi karena penggunaannya ilegal akhirnya orang tersebut dapat dijatuhi hukuman.
Manfaat Ganja yang Tidak Mau Dipelajari
Sebenarnya kalau kita mau pelajari tentang manfaat dari tanaman ganja, akan banyak kegunaan yang bisa kita dapatkan, seperti misalnya serat ganja yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan konveksi, bahkan juga bisa digunakan untuk bahan bangunan karena memang seratnya yang kuat.
Pada bidang pertanian pun, ganja ini bisa digunakan sebagai pestisida alami karena sifatnya yang menenangkan. Serangga pastinya akan dibuat puyeng oleh zat yang terkandung di dalam ganja tersebut, tetapi tidak akan membahayakan manusia yang nantinya mengonsumsi tanaman yang ditanam di samping tanaman ganja, atau bahkan terkena semprotan rendaman ganja. Jadi tanaman pertanian pun akan terbebas dari kerugian akibat adanya serangga yang menjadi hama. Belum lagi unsur-unsur yang terdapat di dalam tanaman ganja yang bisa saja memberikan kekayaan hara pada tanah.
Dari segi medis juga tanaman ganja ini bisa dijadikan bahan baku untuk membuat obat, tentunya harus sesuai takaran yang disetujui. Akan banyak orang-orang yang bisa disembuhkan, bahkan terdapat pula beberapa jenis ganja yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit ganas.
Hal ini sebenarnya terletak pada manajemen dan pengawasan terhadap peredaran dan pemakaian ganja. Karena sejatinya manusia, akan lebih berani melakukan sesuatu yang telah dilarang karena akan menumbuhkan adrenalin pada orang tersebut. Jadi, alam bawah sadarnya akan memproses kata larangan menjadi kata persetujuan.
Saya pernah merasa “fly” ketika sedang duduk di salah satu coffe shop, bukan karena minuman saya yang mengandung ganja, tetapi karena ada penggerebekan di salah satu kebun yang menanam ganja, dan ternyata kebun yang berisi ganja tersebut dibakar, asapnya terbang kemana-mana, jadilah kita nge-fly gratis, padahal jarak dari coffe shop tempat saya berkumpul dan kebun ganja tersebut bisa di bilang lumayan jauh. Ini kan salah satu kekonyolan yang dilakukan dalam membasmi tanaman ganja.
Teknologi Blockchain dalam Mengeliminasi Penyalahgunaan Ganja
Saat ini, harusnya kita sudah bisa mempelajari tentang bagaimana teknologi blockchain bisa mengendalikan pengedaran ganja dan siapa saja pemakai ganja tersebut serta untuk kebutuhan apa dia menggunakan ganja. Hal ini juga akan menambah pemasukan pada daerah penghasil ganja, kalau manajemennya bisa diatur secara jelas dan transparan.
Saya coba berikan sedikit simulasinya. Anggaplah kita memiliki platform untuk pengedaran dan konsumsi ganja berbasis teknologi blockchain. Di dalam platform tersebut, semua data tentang ganja yang dipasarkan terpampang dengan jelas dan ada lisensinya, bahkan foto atau video pada saat proses penanaman hingga proses panen bisa di upload pada platform tersebut. Nah, para pengguna ini juga bisa memilih ganja yang akan dipakai sesuai kebutuhan lalu membeli ganja tersebut dengan menggunakan smart contract. Jadi bila ada orang yang ingin berbuat curang tidak akan bisa, karena semua data yang terdapat di dalam platform tersebut akan terekam dan tidak bisa diubah, bahkan dihapus. Jadi akan sangat sulit untuk memanipulasi data yang sudah diverifikasi. Dengan adanya hal ini juga proses pembelian ganja bisa di atur jumlah per hari yang diizinkan untuk di beli.
Sebenarnya dengan adanya transparansi tersebut, kita tidak perlu takut dengan adanya penyalahgunaan pada tanaman ganja.
Atau ganja tidak akan pernah dilegalkan karena ada yang takut akan kehilangan “mainan?”. Ah… sudahlah!
Salam,