Kali ini saya coba berbagi informasi terkait kerja - kerja investigasi kasus Lingkungan Hidup. Cukup sulit kita temukan teori khusus dalam kerja investigasi, karena keberhasilan investigasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan individu dan kemampuan tim dalam menterjemahkan sebuah kasus. Sehingga, strategi investigasi berkembang sesuai pengalaman dan kemanjuan teknologi saat ini. Hal terpenting dalam membongkar sebuah kasus adalah bagaimana seorang investigator mampu mendapatkan data secara lengkap, detail, dan akurat terkait kedudukan kasus dalam kacamatan hukum, sosial budaya, dan politik.
Banyak cara dan metode yang menjadi pilihan dalam mengorek data dan informasi itu. Seperti melalui tracking sistem, menganalisis data primer dan skunder, juga menggunakan informan sebagai kaki tangan dalam mencari data. Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman tentang penggunaan informan dalam kerja investigasi lingkungan hidup.
Kita sendiri yang menyusun perencanaan dan melakukan investigasi.
Seorang investigator bertindak secara individu untuk membongkar kasus lingkungan hidup. Dia sendiri yang mencari data dan informasi, dia juga yang melakukan analisis untuk mencari benang merah kedudukan kasus. Biasanya tipe investigator ini tidak menggunakan kaki tangan di lapangan, dan dalam skema di atas saya beri nama K (Kita).Kita menyusun perencanaan kebutuhan data informasi, akan tetapi orang lain yang mencari cata itu.
Investigator ini menggunakan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan data kasus. Dia mendesain perancanaan data yang konkrit kemudian mencari orang yang dianggap mampu mengerjakan kegiatan itu. Biasanya orang dipakai adalah orang orang terdekat yang dianggap mampu menjaga rahasia kasus. Dalam skema di atas saya beri nama D (Dia).Kita menyusun perencanaan kebutuhan data informasi, akan tetapi orang lain yang mencari cata itu, informan yang kita gunakan juga menggunakan informan lain yang tidak kita kenal.
Investigator menggunakan informan secara berlapis, namun dia hanya mengenal informan lapir kedua, karena informan lapis selanjutnya hanya dikenal secara berjenjang. Investigator ini hanya fokus pada tujuan membongkar kasus, dia tidak ambil pusing sumber data, yang penting data yang dia harapkan tersedia. Dalam skema di atas saya beri nama H (Hantu).
Bila dilihat dari skeman di atas, dalam kerja investigasi baiknya kita menggunakan atau kolaborasi dari K+D+H. Jika strategi ini digunakan, maka untuk membongkar sebuah kasus tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebuah kasus akan selesai dalam waktu yang singkat.
This time I try to share information related to work investigation case of Environment. It is difficult to find a specific theory in investigative work, because the success of the investigation is strongly influenced by the individual's ability and the ability of the team to translate a case. Thus, the investigative strategy evolves with current experience and technological advancement. The most important thing in dismantling a case is how an investigator is able to obtain complete, detailed, and accurate data regarding the position of cases in legal, socio-cultural, and political institutions.
Many ways and methods are the choice in extracting the data and information. Such as through tracking system, analyzing primary and secondary data, also use informants as accomplices in search of data. On this occasion I would like to share my experience on the use of informants in the work of environmental investigation.
We are the ones who make the planning and investigate.
An investigator acts individually to dismantle an environmental case. He himself is looking for data and information, he also did the analysis to find the red case thread. Usually this type of investigator does not use an accomplice in the field, and in the scheme above I give the name K (Kita).We arrange the planning needs of data information, but others who seek the cata.
This investigator uses other parties to meet the needs of case data. He designed a concrete data plan and then looked for people who were considered capable of doing the activity. Usually people used are the closest people who are considered able to keep the case secret. In the scheme above I give the name D (Dia).We plan information needs of data, but others who seek cata, informants that we use also use other informants we do not know.
The investigator uses the informer in layers, but he only recognizes the second-tier informant, because the next layer informant is only known in stages. This investigator only focuses on the purpose of dismantling the case, he does not care about the data source, which is important data that he hopes is available. In the above scheme I give the name H (Ghost).
When viewed from the skeman above, in the investigative work we use or collaboration of K + D + H. If this strategy is used, then to disassemble a case does not require a long time. A case will be completed in a short time.
Salam Adil dan Lestari