Pernah tersesat di hutan?
Jangan panik, tenangkan pikiran, karena alam selalu memberikan solusi untuk kita. Tidak hanya untuk urusan mata angin, alam telah memberikan lebih kepada kita seperti iklim yang baik, air bersih, serta keseimbangan ekologi lainnya.
Jika kita tersesat dalam hutan, sedangkan Kompas kita rusak atau tidak berfungsi dengan baik karena pengaruh grafitasi bumi, seperti sedang terjadi letusan gunung berapa atau gempa. Sedangkan kita terjebak dalam kondisi itu, bagaimana caranya kita bisa keluar?
Solusi yang ditawarkan oleh alam kepada kita, seperti batang pohon, kuburan (jika ada), bayangan benda, kelompok bintang di malam hari, juga sarang laba laba bisa kita jadikan sebagai pengganti Kompas saat kita tersesat.
Nahhh dalam tulisan ini saya coba berbagi informasi tentang sarang laba laba sebagai pengganti Kompas dalam hutan.
Mirip dengan salah satu scene di film Journey 2: The Mysterious Island yang diperankan oleh Dwayne Johnson, Vanessa Hudgens, dan Josh Hutcherson. Kala itu mereka tersesat di tengah hutan di daerah pegunungan yang akan meledak. Kompas tidak dapat menunjukkan arah yang benar karena lempeng bumi bergerak secara random dan mengacaukan medan magnet.
Kemudian mereka melihat adanya sarang laba-laba yang diyakini selalu menghadap ke selatan. Dari situ, mereka dapat selamat dari pulau misterius.
Pertanyaan kemudian, apakah semua sarang laba laba seperti itu? jawabannya TIDAK.
Mungkin untuk laba-laba yang berada di hutan, gunung, atau iklim tropis akan menerapkan sarang mengarah ke selatan. Namun tidak bagi laba-laba yang berada di rumah-rumah. Para peneliti hingga kini masih belum menemukan alasan mengapa laba-laba senang membangun sarang menghadap ke selatan. Ada seorang ahli mengatakan bahwa hal itu dilakukan agar tidak tertiup angin sehingga tidak cepat rusak. Namun pendapat itu segera dibantah oleh beberapa ilmuwan lain. Faktanya, sarang laba-laba tidak akan rusak jika hanya terkena angin. Sarang laba-laba sangatlah kuat. Bahkan saat disiram air pun jaring laba-laba tak akan rusak. Silakan Anda mencobanya sendiri.
Ini yang masih menjadi pertanyaan. Sementara itu, laba-laba yang berada di rumah-rumah cenderung 'buta arah'. Artinya mereka membangun sarang tidak memperhatikan selatan, utara, barat, atau timur, melainkan tergantung pada sisi mana yang paling terjangkau untuk membuat sarang. Meskipun beberapa di antaranya tetap membangun sarang menghadap ke selatan.
Kemungkinan besar, ilmuwan saat ini masih berpegang pada pendapat bahwa arah selatan merupakan arah yang lebih baik ketimbang harus menghadap ke timur atau barat. Kita tahu bahwa matahari terbit dari timur ke barat yang artinya pancaran sinarnya dapat mengganggu penglihatan si laba-laba. Sedangkan dengan memanfaatkan arah selatan atau utara (sebaliknya), laba-laba aman dari terpaan sinar matahari yang dapat menyilaukan matanya. Laba-laba memang memiliki penglihatan yang tajam, bahkan mempunyai sensor besar yang dapat melihat dalam gelap. Bayangkan jika sensor itu terkena sinar matahari, maka dia akan kelebihan cahaya yang masuk ke matanya.
Sebahagian besarulasan di atas saya kutip dari Merdeka.Com
Semoga bermanfaat #education #writing #inveronmental