Sahabat stemian akhir-akhir ini berita tentang kasus pelecehan terhadap remaja dan kalangan perempuan lainnya semakin sering menghiasi media. Kasus terakhir yang mendunia adalah pelecehan di India yang disertai aksi demo besar-besaran. Di Indonesia, kasus serupa juga masih sering terjadi, khususnya di kereta atau di lokasi publik lainnya.
Sebagai orang tua tentu saja kita sangat khawatir dengan kondisi ini. Dunia seakan begitu mencekam dan berbahaya bagi gadis remaja kita. Yang lebih memprihatinkan kasus ‘predator’ ini adalah bagian dari keluarga mereka sendiri atau kalangan terdekat.
Menurut analisis para pakar, remaja bisa menjadi korban pemangsa seksual jika orang tua tidak sadar dan tidak dapat mengenali bahayanya. Di era internet, semua informasi mudah diakses. Seorang remaja mungkin menggunakan internet untuk menjawab pertanyaan terkait seks mereka atau membentuk kenalan dengan orang asing untuk menjawab pertanyaan mereka.
Mereka biasanya lebih suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan orang asing daripada orang tua mereka, karena mereka merasa tidak nyaman untuk berdiskusi dengan orang tua mereka.
Jika ini terjadi, orang tua akan kehilangan informasi mengenai anak-anak mereka dan tidak dapat mengendalikan mereka. Ada banyak hal yang harus dianggap penting untuk menjadi orangtua, seperti menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak, mengetahui minat terbaru mereka dan berinteraksi sehari-hari satu sama lain.
Orangtua juga perlu menyadari siapa teman-teman terbaik anak-anak mereka, tempat-tempat yang biasanya mereka nongkrong, dan siapa yang biasanya mereka hubungi, ngobrol atau pesan.
Isu penting dan sensitif lainnya adalah teman dekat atau khusus. Pada fase ini dalam kehidupan mereka, para remaja mulai tertarik pada lawan jenis. Beberapa akan mulai menyukai satu sama lain dan memulai hubungan. Tentu saja, remaja mengembangkan rasa ingin tahu untuk mengetahui lebih banyak tentang kencan dan aktivitas seksual. Perhatikan kemajuan emosi anak-anak Anda untuk melindungi mereka dari pelecehan termasuk kekerasan seksual, pelecehan seksual, atau pemerkosaan.
Orangtua perlu menunjukkan bahwa mereka peduli dan tersedia kapan pun anak-anak mereka membutuhkan dukungan atau seseorang untuk diajak bicara. Hadir ketika anak Anda perlu menceritakan sebuah kisah dan selalu mendengarkan dengan penuh perhatian keprihatinan atau masalah mereka.
Buat mereka merasa nyaman dengan Anda dalam keadaan apa pun, dan pertahankan hubungan ini. Hanya dengan demikian, orang tua dapat mulai mendiskusikan isu-isu sensitif dan tidak nyaman, seperti pelecehan seksual dengan anak-anak mereka.
Komunikasi yang baik dengan anak akan membuat mereka semkin dekat dan terbuka. Dengan demikian kita bisa mendeteksi bila mulai ada hal yang harus diwaspadai. Mereka juga perlu diajarkan pola-pola proteksi diri saat berada di dalam kereta, bus atau lokasi lain. Mengenali ciri-ciri umum seorang predator atau informasi penting lainnya. Membekali mereka adalah upaya serius untuk mencegah mereka menjadi korbannya.