Rizki yang halal memang banyak dan kadang kala orang tidak suka dengan rizki tersebut, banyak orang yang mencari pekerjaan yang belum tentu halal, boleh dikatakan dia tidak menggelapkan uang negara atau uang perusahaan, namun dia secara tidak sadar sering kali korupsi waktu. Ada yang mengatakan bahwa iti tidak parah, padahal bila dilihat dari tugas mereka juga tidak kalah parahnya dibandingkan orang korupsi uang negara atau perusahaan.
Kenapa demikian???, Korupsi waktu banyak sekali merugikan konsumen atau warganya secara langsung seperti jam masuk kantor 7.30wib, namun dia masuk jam delapan, berarti dia sudah mengurangi 30 menit orang yang perlu dilayaninya itu baru satu orang, bayangkan ribuan orang yang demikian berapa banyak masyarakat yang dirugikan?
Memang korupsi tersebut tidak masuk kepidana, namun bila kita sadar itu merupakan korupsi yang dihalalkan oleh oknum tertentu termasuk pejabat negara maupun pejabat buplik.
Namun ada hal yang terjadi disekeliling kita yang kadang kala kita anggap remeh atau kita abaikan, seperti buruh bangunan, buruh tani, mereka melaksanakan tugasnya dengan baik, bahkan ada yang sampai cacat biasa bahkan ada juga yang cacat pisiknya demi mencari nafkah yang halal. Masya Allah...
Bagi orang seperti ini biasanya dia tidak banyak menghujat atau juga mempropokasi orang lain, mereka-mereka takut akan dosanya yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti, walau mereka sadari jadi buruh itu tidak akan kaya atau juga akan bisa merubahnya dari miskin kekaya, tetapi yang penting bagi mereka adalah halal. Maslah kaya bisa saja terjadi kalau Allah bekehendak.