Hello sahabat steemeans semuanya sekarang saya tulis tentang nasib anak burung yang ibunya masuk perangkab manusia yang meninggalkan anak kelaparan serta kehausan dan mati akibat ulah dari tampa sengaja satu di tangkap mati bertambah tiga tampa kita sadari hal demikian sering terjadi di dunia sehingga semakin hari semakin punah binatang burung dan sebagainya
Secara alami manusia sangat gemar berburu baik menggunakan perangkab atau senjata api maupun panah untuk berburu berbagai jenis peralatan yang di gunakan untuk mendapatkan buruannya serta rela menunggu berjam jam untuk mendapatkan burung.
Sekarang saya tulis tentang perangkab burung yaitu sebagai alat menangkap burung atau untuk mendapatkan burung dengan berbagai cara di lakukan manusia dalam kehidupan sehari hari di dunia nya sehingga burung semakin hari semakin berkurang dan langka.
Ada juga orang menangkap burung dengan menggunakan tali dengan menabur umpan di sekeliling tali di tanah, begitu burung masuk dalam tali dan tali tersebut langsung menjerat kaki burung, karena tali di ikat pada ujung kayu yang lentur dan di tancap dalam tanah.
Burung dapat di tangkap dengan cara getah yaitu getah di poles di dahan atau ranting kayu yang pernah di singgahi burung dengan getah burung dapat di tangkap karena lengket kaki atau bulu sayap atau bulu badan di getah tersebut.
Ada juga orang menangkap burung menggunakan perangkab yang di tempatkan di daerah sering di lintasi burung atau sering turun burung di letakkan perangkab supaya burung terjerat dalam perankap.
Ada juga orang menangkap burung dengan jaring yaitu dengan mengantung jaring di areal burung sering melintas dengan harapan burung terbang langsung masuk jaring yang sudah di rintang dalam semak maupun sawah
Pernahkah terbayang atau terpikirkan bila yang kita tangkap burung tersebut sedang mencari makanan untuk anaknya yang masih kecil,ibunya tertangkap anak mati kelaparan serta mati kehausan, akibat ulah kita atau akibat selera kita dan atau akibat hoby kita, semoga sahabat steemeans tidak menangkap burung yang sedang beranak, kamis 21 februari 2019 by
()