Gosongnya Kepompong
Bertahun menahun bernafas disuatu benjana
Bernafas dengan insang rapuh bersama sebidak arca
Arca jelita namun sekeras batu baja bak keledai dungu
Terkadang harum terkadang busuk aroma menumbuk hidungku.
Kenapa harus arca ini yang meniupkan nyawa permata hati
Generasi penerus darah daging penyair gila
Hati yang merah terbakar arang, beberapa kumbang menghinggapi
Arca bergemuruh diperaduan tak satupun rasa bersalah tertera.
Hati berubah gosong segosong kepompong yang melompong
Apa daya harus bertahan bergumul demi sebuah permata titipan Ilahi
Sarang penyair sinting dijejali asap hitam dari selembar cerobong
Adegan perih terlewati walau kabut badai memelukku kutetap terpatri.
Demi permata titipan ilahi yang harus terjaga sampaiku mati.
Thanks For Reading My Writing
I Hope You Like It
Your voting will force your voice to give me strength.
thanks.