Hari lalu Saya baru mendarat di Bandar Udara Kuala Namu, Sumatera Utara. Setelah mengambil bagasi dan keluar dari pintu Bandara, Saya melihat jam tangan telah menunjukkan pukul 18.30 Wib. Dengan membawa sebuah ransel berisikan pakaian, Saya berjalan ke arah jalan dimana tempat mangkalnya sejumlah kendaraan umum.
Sebab Saya harus ke Kota Medan untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Lhokseumawe. Kebetulan saat itu Saya bersama seorang teman dari daerah yang sama, selesai mengikuti suatu acara di Jakarta. Kami berdua sempat berembuk, untuk akomodasi apa yang nyaman dan cepat tiba di Kota Medan.
Tapi yang pasti kami harus naik kendaraan umum, sebab tidak ada orang yang menjemput kami berdua, maklum kami bukan pejabat hahahaha. Disela sela perbincangan, sejumlah pria mendatangi kami untuk menawarkan jasa angkutan yang akan mengantarkan kami hingga ke tujuan.
Namun akhirnya Kami berdua sepakat naik kereta api untuk ke Kota Medan. Ini Kami anggap pilihan yang tepat dengan kondisi jam yang sudah hampir mendekati pukul 19.00 Wib. Apalagi tidak lama kereta api akan tiba dan berangkat menuju Medan tempat pukul 19.00 Wib. Sebab jadwal kereta memang setiap satu jam sekali.
Kasir tiket kereta api mengatakan kereta akan tiba sekitar 15 menit lagi. Kami tentu tidak lama lagi harus menunggu, apalagi dengan kondisi ruang tunggu yang nyaman dan bersih. Untuk menghabiskan waktu menunggu kereta, Saya berjalan melihat lihat sekitar tempat tunggu kereta api. Dari sejumlah hiasan, mata Saya tertuju pada sebuah miniatur, yang terletak persis di tengah ruangan.
Ternyata sebuah miniatur Istana Maimun, yang bangunannya terletak persis di tengah Kota Medan. Saya mengambil ponsel lalu mengambil photo reflika Istana Maimun. Photo ini untuk postingan steemit dengan menggunakan tagging #architecturalphotography contest by @ juliank.
Foto Ini diambil dengan Camera: A1601 Exposure: 1/100 Aperture: f/2,2 Focal Length: 3,5mm ISO Speed: 1600 Lens: OPPO F1.