Dear Steemian
Marhaban Ya Ramadhan.
suleymaniye-mosque-2163541_1280.jpg
Image Credit
Menjelang tibanya Ramadan, ada berbagai fenomena menarik yang terjadi di dalam masyarakat kita yang disemarakkan oleh berbagai kegiatan positif keagamaan yang dibingkai dengan nama Marhaban ya Ramadhan, oleh mayoritas masyarakat dijadikan sebagai momentum untuk berbenah diri, membersihkan hati dan mempererat tali silaturahim. Melakukan wisata rohani berupa menziarahi kuburan leluhur dan orang tua serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.
Namun fenomena ini tidak sedikit masyarakat berkreasi ke tempat wisata untuk "bertaubat" diri dari pahala alias bermaksiat diri dengan memadu cinta dengan lawan jenis dan maksiat lainnya. Mungkin setan membisikkan dalam hati mereka bahwa bulan Ramadan itu sebagai momentum untuk bertobat nantinya.
Menyambut sosok tamu "Ramadhan" akan terasa lebih indah jika kita memprioritaskan diri untuk tazkiyatun nafsi (membersihkan jiwa) dan melakukan persiapan fisik dan mental serta berbagai kajian keagamaan untuk menyambut tamu yang agung tersebut. Siapa yang tidak senang dan gembira menyambut tamu agung? Laksana seorang permaisuri yang menyambut sang pangeran yang tampan dan menawan. Entah bagaimana perasaan dan luapan cinta yang menggebu ketika sedang menunggu saat-saat yang dinantikan akan segera datang.
Ramadan adalah bulan sabar, dan oramg sabar balasannya adalah surga. Ramadan adalah bulan solidaritas dan bulan ditambahnya rezki orang mukmin. Barang siapa memberi makan orang-orang yang berpuasa, maka diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapat pahala seperti orang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya.
Para sahabat pernah berkata "Ya Rasulullah tidak semua kita dapat memberikan makan orang berpuasa". Rasulullah SAW bersabda "Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa meskipun hanya dengan seteguk susu atau satu biji kurma atau seteguk air. Barangsiapa yang membuat kenyang orang berpuasa, maka Allah akan memberikan minum dari telaga ku (nabi SAW) satu kali minuman yang tidak akan pernah membuatnya haus sampai ia masuk surga"
(H.R. Ibnu Huzaimah al Baihaqi)