Halo semua nya, apakabar, dalam suasana hari lebaran, terlebih dulu saya mengucapkan, minal aidin walfa, izin mohon maaf lahir dan batin..
Senjata terbesar anda adalah semangat hidup. Selalu jaga semangat itu jangan sampai padam, seorang prajurit tidak boleh menyerah dalam pertempuran dengan alasan apa pun. Kalau pelurumu habis, pargunakan bayonetmu! Kalau bayonetmu patah, pergunakan tanganmu untuk memukul ! Kalau tanganmu patah, pergunakan gigimu untuk menggigit ! Dan kalau gigimu patah, pergunakan matamu untuk mematahkan semangat musuh.
Seorang prajurit yang kehilangan semangat juang ibarat mayat yang sedang mengusung keranda kematiannya sendiri. Mempelajari strategi selama bertahun-tahun untuk mencapai semangat prajurit. Hari ini adalah kemenangan atas diri anda dari kemarin, besok adalah kemenangan anda atas orang yang lebih lemah.
Bagi para prajurit yang tidak punya waktu, semangat sesekali berhentilah sekedar untuk bersantai. Bukan untuk terlena, namun membangun semangat untuk perjuangan berikutnya. Anda akan menang jika seluruh pasukan anda di berbagai level memiliki semangat juang yang sama.
Ajal adalah ahkir dari semua kehidupan mahluk Allah. Tapi kita sering melihat orang yang patah semangat, putus asa dan berbagai perangai tak berdaya yang bagi saya persis seperti,, orang mati,, padahal,, ajal belumlah datang menjemput semoga kita tidak punya perangai demikian(mati sebelum ajal tiba). Bila semangat anda menurun, lakukanlah sesuatu. Kalau anda telah melakukan sesuatu keadaan tidak berubah, lakukanlah sesuatu yang berbeda, tidak jangan salah membedakan antara semangat, yang dapat merubah pikirannya, dengan fundamentalisme, yang tidak akan pernah merubah pikirannya.
Dari segi semangat, orang pendakwah evangelis dan saya mungkin setara. Tetapi kita tidak sama fundamentalis. Ilmuwan yang benar, bagai mana semangatnya ia, percaya, pada evolusi misalnya, dia tahu persis apa yang mengubah pikirannya: bukti ! Seorang fundamentalis tahu bahwa tidak ada yang bisa mengubah pikirannya.
Untaian indah asma Allah yang didawamkan dengan istiqamah, sekali masuk menelusuri relung-relung ke dalam jiwa, akan menjadi semacam, dan tidak akan pernah mati. Inspirasi dan sifat kritis akan berasal dari kalbu. Penyampaian dakwah syair agama lebih membumi, sementara syair adap keteladanan.
Inilah panduan hidup kita dalam duniawi.
Semoga bisa menjadi hikmah buat saya pribadi, dan sahabat semuanya.