Aceh adalah sebuah daerah yang memiliki banyak kebiasaan dan adat yang masih berpegang teguh pada adat dan kebiasaan tersebut, Aceh juga satu wilayah yang sangat menjungjung tinggi syariat islam, sedikit saja agama islam di hina maka akan menjadi masalah besar bagi setiap yang menghinanya.
Kebiasaan lainnya yang sangat khas sekali adalah ketika datangnya bulan suci ramadhan, apabila anda seorang pendatang, maka anda mungkin akan heran apabila melihat penjual dan pembeli yang membajiri pasar dan toko toko, buka untuk membeli baju atau lainnya, melainkan membeli boh timon gapu begitulah kami menyebutnya dalam bahasa Aceh.
Buah ini menjadi primadona di Aceh selama bulan ramadhan, petani-petani timun ini juga menjual dengan harga yang murah yaitu sekitar 5 ribu sampai 10 ribu /Buahnya, Kebanyakan masyarakat aceh tidak memblender buah ini untuk di konsumsi, melainkan dengan di kocok.
Menurut salah seorang petani di desa Lhokmerbo, selama bulan ramadhan timun ini sangat banyak sekali peminatnya, apalagi kalau cuacanya panas. Kalau hari biasa bisa terjual 50 sampai 60 buah tetapi kalau cuaca terik dan suhunya panas, bisa laku sampai 100 buah dalam sehari. Begitulah yang di katakan oleh Miharza, Petani asal desa Lhokmerbo.