Aceh memiliki kekayaan alam. Salah satunya adalah hasil tambang yang melimpah seperti emas, biji besi, dan bahan tambang lainnya. Dibalik potensi itu, ternyata pengelolaan tambang ini berdampak negatif terhadap kesehatan.
Foto: salah satu lokasi pertambangan rakyat di Aceh Selatan
Foto: Petugas sedang memeriksa jentik nyamuk malaria di lokasi tambang.
Lokasi pertambangan yang berada di hutan, menyebabkan pekerja tambang harus masuk keluar hutan. Lokasi pertambangan rakyat saat ini berada di Aceh Jaya, Nagan Raya, Pidie, dan Aceh Selatan. Kalau dihubungkan dengan kasus malaria, di lokasi-lokasi ini menunjukkan peningkatan kasus malaria.
Sementara itu, Pemerintah Aceh sedang berjuang mengendalikan kasus malaria. Targetnya adalah seluruh kabupaten/kota bebas malaria dengan penularan setempat (indegenous). Sebagian besar kasus malaria di Aceh berasal dari masyarakat yang melakukan aktifitas tambang dan lainnya di hutan atau sekitar hutan.
Apa yang harus dilakukan pemerintah Aceh? Setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan:
- Perbaikan tata kelola pertambangan rakyat.
- Peningkatan komitmen para pihak, termasuk para kepala daerah (bupati).
- Pendampingan teknis dari provinsi ke kabupaten kota dalam hal capacity building, penyelidikan epidemiologi, pemetaan daerah reseptif, pendataan dan pencatatan serta monitoring dan evaluasi.
Semoga Aceh dapat bebas kasus malaria dengan penularan setempat.
Demikian, semoga bermanfaat.
Salam