Dulu, Aceh dikenal sebagai daerah penghasil rempah. Rempah di Aceh laku keras di pasar Eropa. Salah satu rempah yang dihasilkan di Aceh adalah lada. Lada menjadi salah satu komoditas yang sangat dibutuhkan masyarakat Eropa dan Amerika pada saat itu.
Kota Blang Pidie, kota kecil di kawasan barat selatan Aceh punya cerita tentang lada. Dulu, di era 1800-an daerah ini dikenal sebagai penghasil lada. Bahkan, kapal Amerika pernah berlabuh dan membangun hubungan dagang dengan rakyat di sini. Konon, cerita lada di Blangpidie, Abdya ini pernah menggegerkan parlemen Amerika.
Kembali ke cerita Blangpidie, kota dimana saya menamatkan SMA, memiliki ciri khas dan kenangan. Kita dagang ini menjadi daya tarik dari "saudagar" untuk tinggal dan berniaga. Tak heran, banyak bahasa dan dialek bahasa yang dipakai dalam masyarakat Abdya.
Siang ini, Sabtu 17/2, ingin rasanya saya menyeruput kopi kota Blangpidie. Di tengah cuaca yang panas, rasanya berat untuk ke warung kopi. Saya pun berusaha menghilangkan rasa jenuh. Ambil kunci motor, lalu segera meluncur ke AW kopi di seputaran kota Blangpidie.
Foto: kopi Arabica di AW kopi, Blangpidie
Saya memesan kopi. Sengaja tidak mengaduk gulanya. Pahit, sedikit manis bercampur dalam suasana yang agak gerah. Mari menikmati kopi. Kembali ke kota dagang. Blangpidie.
Selamat menikmati..