Piala Dunia 2018 Rusia sudah beberap hari dimulai, warung kopi, cafe dan tempat-tempat ngumpul lain yang menayangkan siaran langsung piala dunia dipenuhi oleh banyak orang mulai dari yang muda sampai yang tua. Mereka memilih nonton di tempat-tempat tersebut bukan karena tidak punya televisi serta layanan tv berbayar di rumahnya tetapi karena "lebih asyik dan seru nonton kalau nonton bersama".
Namun bagi saya nonton bola bersama merupakan petaka, betapa tidak? Rumah kontrakan saya yang sempit dan panas (kami tidak punya AC) karena hanya kipas angin yang sudah usang yang saya andalkan untuk jadi pendingin di kamar tidur ukuran 4 x 4 yang penuh sesak dengan barang-barang yang kadang-kadang saya berfikir tidak ada gunanya namun sayang untuk dibuang tepat berada di samping sebuah tempat yang hampir setiap malam (selama ada siaran bola) selalu riuh dengan gemuruh sorakan dari mereka yang nonton bola bersama. Setiap kali ada momen atau bahkan gol, suara teriakan dan hentakan meja serta caci maki dari sebagian mereka karna gawang tim pujaannya kebobilan pasti membuat saya dan anak saya terjaga dari tidur saya yang tidak nyenyak karna kondisi kontrakan yang sedimikian rupa ditambah suara gaduh mereka.
Mungkin tidur saya akan sedikit lebih nyenyak jika saja nonton bareng siaran bola atau permainan bola dan warung samping kontrakan itu tidak pernah ada atau mungkin tiba-tiba saya jadi orang kaya (akan saya beli warungnya dan pindah kerumah yag lebih nyaman jauh dari hiruk pikuk nonton bareng yang membuat saya kesal sendiri). Mohon maaf bagi pecinta bola, ini hanya opini dan suara hati saya, tidak ada maksud untuk menyinggung apalagi menghina. Sekali lagi mohon maaf!.