Selamat pagi teman stemian semuanya, selamat beraktifitas semoga kegiatan yang di rencanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Dengan semangat yang kuar biasa, para pendahulu kita telah berhasil memberikan sebuah kado terindah bagi kita yaitu kemerdekaan.
Kita tak tau, karna tak melihatnya, tapi kita sering mendengar bqgaimana kisah heronya pendahulu kita berjuang mengusir para penjajah di negeri ini. Mereka tanamkan tekad yang kuat, semangat yang membera, meskipun tk dilengkapi oleh canggihnya perlengkapan perang sebagai mana canggihnya senjata penjajah. Mereka hanya bermodalkan parang, golok, bambu runcing, tetapi memiliki semangat baja yang luar biasa, itulah hebatnya pejuangan para leluhur kita, dengan pekikan Allahu Akbar mereka menuju medan perang.
Tekad kuat mereka membebaskan negerinya dari penjajah, hanya semata mata untuk anak cucunya di kemudian hari hidup sejahtera, bahagia dengan memanfaatkan segala sumber alam yang ada di negeri ini. Nah, hari ini kita datang memperingati hari bersejarah tersebut, di tahun yang 73 tahun kita menerimanya kado terindah dari para lpendahulu kita yang bernama Kemerdekaan. Di ulang tahun yang 73 tahun kenerdekaan tersebut adakah kemerdekaan tersebut di rasakan oleh seluruh penduduk negeri. Yang beranikan diri untuk mengatakan tidak. Kemerdekaan tersebut hanya milik sebagian dari masyarakat itu sendiri, selebihnya mereka hampir lebih baik menikmati hidup di masa penjajahan. Dengan begitu merah meriah sumber alam negeri kita, seharusnya tak ada lagi kemiskinan yang menghimpit rakyat, tak ada kesulutan yang membebani rakyat, tak ada rakyat yang tinggal di gubuk kadangkala untuk hewanpun tak layaknya. Tetapi hari ini, di hari yang ke 73 tahun Kemerdekan itu kita proklamirkan, terbyata masih terlalu banyak rakyat kuta yang belum merdeka. Mereka masih tertindas oleh sulitnya perekonomian, mereka tertindas oleh hukum yang tak berpihak kepadanya, pembangunan yang tak merata, omereka tertindas sempitnya lapangan kerja dll. Dihari yang ke 73 tahun kita menyanyukan lagu Indonesia Raya, ternyata merdeka itu hanya sligan.