Perjalanan menelusuri lintas tengah propinsi aceh. Perjalanan dari banda aceh ke daratan gayo. Kota takengon. Lalu melewati pengununan yang tinggi untuk menrmbus lintas barat ke kota jeram nagan raya
Dengan mengenderai si semok Nmax dan scorpio yang tergabung dalam komunitas SSC Aceh. Kami berjalan dalam kebersamaan menuju kota dingin takengon.
6 unit kenderaan dengan 6 personil kami memacu untuk mencapai tujuan.
Cot panglima. Sebuah tantangan k3lokan gunung diantara bireun dan takengon. Dulunya terkenal angker karena tikungan patah dan japan sempit. Membuat pata pengendara harus ekstra hati hati.
Namun lain dulu lain sekarang. Kemajuan membuat cot panglima sekarang menjadi tempat yang dininati. Jalan yang sangat luat dengan view yang indah. Tak terlewatkan untuk berselfei ria
Sesampai di kota takengon. Pantan terong adalah puncak tertinggi di kota takengon. Rasanya belum sah klo ke takengon jika belum mendaki puncak pantan terong. Namun edisi pantan terong akan kita bahas khusus pada edisi selanjutnya
Setelah bermalam di takebgon. Pagi pagi kami mrlanjuykan perjalanan menuju kabupaten nagan raya
Yang pastinya melewati negeri di atas awan yaitu singgah nata
Singgah mata adalah sebuah daerah yang selalu ditutupi kabut dingin. Karena sangat tinggi. Makanya disevuy dengan begeri diatas awan. Dari sana kita bisa melihat kota mrulaboh aceh barat. Namun karena kabut sangat tebal. Maka penampakan hanya sebatas kabut
Begitu turun dari singgah mata. Hujan pun turun. Kami terus melanjuykan perjalanan sampai ke kota meulaboh dalam keadaan hujan. Sehingga tidak bisa mengabadikan sisa perjalanan ke mrulaboh. Fan dari mrlaboh kami langsung kr banda aceh
Demikian sekilas perjalanan lintas tengan bersama SSC