Ada yang unik, melihat pemandangan manusia yang berjubel, bergerombol membentuk gelombang lautan manusia. Kesemuanya adalah penumpang KRL, berlomba masuk kedalam gerbong kereta dengan gaya dada dan jurus level dewa. Setelah didalam gerbong KRL, apakah sudah selesai masalahnya? tentu tidak! Dengan banyaknya penumpang di dalam gerbong, berdiri dengan kedua kaki dan bisa berpegangan dengan gantungan yang tersedia diatas kita, sudah sangat bersyukur.
Foto seorang Ibu hamil tidak jadi masuk dalam gerbong KRL karena penuh sesak.
Sepertinya sudah selesai masalahnya? ternyata tidak juga! harus berjuang berhimpitan seperti kue lapis nyaris tampak jarak, baik itu laki-laki atau perempuan ditambah disetiap stasiun penumpang bertambah banyak dan meringsek masuk sampai tidak ada celah kecoa lewat.
Saya pikir masalahnya sudah selesai! ternyata yang tidak berpengalaman naik KRL, setelah meringsek kedalam akan sangat susah keluar menuju pintu gerbong, karena harus menyimbak himpitan demi himpitan seperti kerumunan pentol korek api yang penuh sesak didalam kotak dan akhirnya stasiun yang dituju pun harus terlewat.
setelah meringsek kedalam akan sangat susah keluar menuju pintu gerbong, karena harus menyimbak himpitan demi himpitan seperti kerumunan pentol korek api yang penuh sesak didalam kotak.
Foto antrian penumpang memasuki gerbong KRL.
Sedikit bernafas lega, sampai dengan tahapan ini belum juga cukup, karena harus melewati waktu berjam-jam didalam gerbong kereta untuk sampai distasiun tujuan. Setiba di stasiun tujuan seperti terbebas lepas didalam belenggu gerbong. Ternyata! tahapan akhir setiba di stasiun tujuan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan akan melalui hal yang sama disaat pulang dimana kita berangkat menuju stasiun sebelumnya.
Foto suasana penumpang di KRL
Berangkat adalah perjuangan dan pulang adalah perjuangan, dan begitulah rutinitas yang akan dilalui dalam bilangan hari, bulan dan bahkan tahun. Didalam gerbong KRL selama dalam perjalanan pulang-pergi terdapat waktu yang luang, jika perjalanan membutuhkan waktu 2 jam, maka dalam setiap harinya ada 4 jam waktu yang luang.
Ada baiknya waktu luang tersebut digunakan dengan hal yang bermanfaat,
dengan mendengarkan kajian, membaca Alquran dan terjemahaanya atau berzikir di dalam perjalanan. Semoga kita termasuk orang yang beruntung dan ahli Al-Quran. Aamiin.
Catatan dari pejuang KRL bahkan ada yang berangkat pagi buta dan pulang malam gelap gulita. Terkadang berkumpul dengan anggota keluarga adalah suatu yang sangat dirindukan.
Bogor, 1 Nov 2018.