Terkadang, begitu sulit menyimpulkan arti bersama dalam bentuk kemasan diskusi. Kita selalu menyalahartikan rasa solidaritas itu sesuai tempatnya. Atau tentang kedaerahan yang selalu dibesar-besarkan "Kee Asoe Lhok" tanpa orientasi yang pasti.
Patut kita renungkan bersama mengenai kebersamaan non-akademik ini, bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan, saling membantu mengerjakan sebuah program yang baik sebagai ajang silaturahmi yang etik. Inilah bentuk padu rasa solidaritas kita selaku masyarakat linier.
Berangkat dari argumen itu, kita tak pernah tahu dimana perbedaan kenaifan dan apatis. Semua kita berada pada pilihan yang sama. Ya, memilih bersama dalam bentuk abu-abu, atau memilih bersama dalam kemasan keapatisan. Tinggal menentukan pilihan, semua tergantung dari traktiran segelas kopi pagi.
Hidayatullah Habibi