Tentang kisah seorang lelaki senja penyendiri
Lelaki yang selalu menantang matahari
Selalu mengasah parang untuk berperang
Bergelut dengan barisan ilalang-ilalang
Walau tulang mu mulai merapuh
Biar tak berdayung tangan mu terus mengayuh
Tetes keringat membasahi wajah yang sendu
Deraian nafas mu terdengar mengadu
Ayah...
Puluhan tahun sudah usia mu membalut
Dan wajah mu kini mulai keriput
Namun ratap mu tiada pernah ku dengar
Doa ku selalu ada untukmu...
<Matangglumpangdua, 12 Maret 2018>