Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020, ini sangat berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya, kita tahu pandemi corona sudah beberapa bulan belum juga berakhir. Tapi semangat untuk bersilaturahmi, saling memaafkan tidak kendor terus di pupuk.
Generasi berganti, silaturahmi terus berjalan acara silaturahmi keluarga ini diadakan pada setiap momen lebaran, walaupun tidak semua keluarga berkumpul mengingat sebagian keluarga tinggalnya cukup berjauhan, dan masih pandemi corona. Keluarga besar yang berjumlah sebelas ini tidak mengurangi inti acara sulaturahmi yang sederhana, keluarga yang paling tua menjadi sesepuh dan menyediakan tempat berlangsungnya acara silaturahmi.
Dari keluarga besar ini, orang tua mempunyai keturunan, dari keturunan mempunyai cucu, generasi akan terus bertambah,dan sekarang,generasi yang akan meneruskan untuk menjalin tali silaturahmi keluarga. Sudah menjadi tradisi pada setiap lebaran keluarga berkumpul dengan saling memanjatkan doa rasa syukur,karena masih bisa bertemu dan masih dikasih umur.
Rasa syukur ini menjadi semangat untuk menjalani hudup kedepan, satu sama lain saling mendoakan dari jauh. Walaupun sebagian dari keluarga besar tidak bisa bertemu secara fisik, namun bisa silaturahmi melalui teknologi yang ada.
Hari Raya Idul fitri 1441 H yang bertepatan tanggal 24 Mei 2020, bisa di jadikan kenangan atau sejarah untuk anak cucu kita,tentang arti silaturahmi, dan arti menjalin ikatan keluarga.
Silaturahmi ini menjadi saling meminta maaf dari yang muda kepada yang tua, sebagai manusia rentan dengan kesalahan, kesalahan yang disengaja maupun tanpa sengaja, kadang kita lupa dengan kesalahannya.
Acara silaturahmi walaupun sederhana ini, namun wujud kasih sayang antara kakak kepada adik dan sebaliknya akan terus bersambung dan tidak boleh putus walaupun sebagian keluarga berjauhan tempat tinggalnya.
Ikatan batin keluarga tidak akan hilang sepanjang masa ini adalah karunia yang perlu di usahakan dan perlu pertahankan. Generasi berganti anak-anak mulai dewasa, menikah dan mempunyai anak, masih banyak yang akan kita nikmati dan lakukan.
Generasi dalam keluarga tidak banyak meninggalkan warisan berupa harta,benda, tapi banyak meninggalkan warisan nasehat dan ilmu, warisan ilmu yang mengantar untuk di jadikan pegangan dalam menjalankan hidup kedepan, yang bisa berguna bagi orang lain.
Pada akhirnya nanti, kita akan memandang anak cucu yang akan meneruskan ikatan keluarga dan menyambung silaturahmi, anak-anak kita sebagai penerus generasi, generasi menurunkan tentang kehidupan yang pernah diajarkan oleh orang tua.
_Saat kecil kamu selalu diajarkan moral-moral kebaikan agar ketika tumbuh dirimu menjadi pribadi yang baik pada saat besarmu
Selamat lebaran, Mohon maaf lahir batin.
Sukabumi, Mei 2020.