Obrolan ringan sang petani , Petani memiliki cita-cita sama dengan profesi yang lainnya,salah satunya memenuhi kebutuhan dalam menjalani proses kehidupan, dan mengatur waktu apa yang alam berikan. Waktu bagi seorang petani adalah mengolah lahan dan menanam sesuatu untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
Waktu senggang , Ketika petani mempunyai waktu senggang dan bertemu dengan petani lain, mereka akan bercerita tentang pengalaman masing-masing seputar tentang pertanian, sesekali bercerita tentang keluarganya.
Mereka bercerita tentang cara periode dan tahapan dari mulai awal menanam, perawatan dan pemeliharaan sampai pada masa panen. Apa yang mereka lakukan adalah menjaga hasil tanamannya agar bisa mencapai hasil yang diharapkan, dengan bisa menyumbang hasil panen baik untuk di pakai kebutuhan sendiri maupun di jual.
Kehidupan menjadi petani mereka tidak mengejar apa yang dia tidak mampu, hidup damai dan tenang walaupun kehidupan masih banyak kekurangan, petani tidak lagi mengandalkan sumber-sumber alamai dari proses penanamam.
Mereka sudah menghitung dengan matematika apa yang di investasikan dalam menanam tanaman, terutama tanaman padi sawah, seperti orang sedang berdagang berapa modal yang akan dikeluarkan dan berapa pendapatan setelah masa panen.
Modal finansial , Bersamaan dengan itu petani harus punya modal, dari mulai pembelian bibit, pembelian pupuk, dan obat-obatan yang lain dalam menunjang proses bertani agar hasilnya lebih banyak, dan barang yang dibeli, penjual elemen pertanian juga mencari keuntungan.
Petani juga harus punya modal untuk beli untuk bibit dan lainnya, juga tenaga yang mengerjakan juga di perhitungkan, namun petani yang berada di saung, untuk tenaga bisa dikerjakan sendiri, dan terkadang minta bantuan dari komunitasnya, untuk mengurangi biaya.
Petani pantang mundur , mereka dengan sekuat tenaga untuk mengantar tanaman yang ditanam supaya bisa menghasilkan sebuah impian. Tidak lagi menganggur pada saat tanaman padi sudah di tanam, banyak waktu luang sambil menunggu masa panen.
Masa panen diperkirakan sekitar 110 hari, dan dibutuhkan ketekunan dalam merawat tanaman padi sawah tersebut. Mereka tidak lagi menganggur, tapi lahan yang lain bukan sawah masih mereka punyai, salah satunya adalah menanam tanaman yang bisa untuk hidup sehari-hari, misalnya tanaman sayur dan palawija dan lainnya.
Impian petani , Sambil duduk di gubug atau saung, sesekali mereka narik nafas ditemani asap mengepul, sambil memandang luas hamparan sawah yang bisa menemani hasilnya. Kalau tanam padi bisa bicara apa yang akan diucapkan oleh tanaman pada petani tentu berkata sabar dan tolong jaga, rawatlah aku.
Istirahat sejenak sang petani , seorang petani tidak lepas dari sebuah golok yang dipasang di pinggang, dan teman lainnya pacul, alat yang wajib di punyai oleh sang petani, komunikasj dengan sesama petani tidaklah sulit dan mereka berbicara apa adanya tentang kehidupan bertani.
Lumbung petani di simpan sebagian di rumah masing-masing dan menunggu panen lagi begitu terus terulang, hasil panen silih berganti, dan beras merupakan pokok mayoritas penduduk.
Saung ini tempat untuk berdiskusi tentang hal kehidupan pertanian dan kehidupan yang lain, tempat untuk berteduh dan waktunya tidak lama, karena mereka akan malanjutkan pekerjaan yang lain masih sekitaran pertanian.
Saung ini akan terus di gunakan siapa saja untuk berbincang dan ngobrol tentang pertanian kedepan,sesekali di gunakan untuk ngaliwet, tempat bermain anak-anak, terimakasih.
Juli, 2020.