Putaran planet bumi terus berputar, dan planet lain juga berputar pada porosnya, hidup selalu bergerak seperti orang mengayuh sepeda, terus memutar prdalnya supaya sepeda terus bergerak, kalau pedal tidak di gerakan maka yang terjadi sepeda akan jatuh.
Hidup jangan diam tapi bergerak hidup bagaikan air, air kalau bergerak air tersebut akan sehat, seandainya air itu diam biasanya air akan berubah menjadi bau dan banyak bakteri yang pada akhirnya menimbulkan penyakit.
Berikhtiar orang akan bergerak atau bertindak sebagai ikhtiar, atau usaha untuk banyak hal, tapi pada umumnya berikhtiar itu wajib untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, kebutuhan masa depannya, dan untuk memperbaiki atas usahanya.
Banyak cara untuk berikhtiar atau usaha dan ikhtiar adalah wajib hasilnya adalah sunah, salah satunya adalah berjualan atau berdagang. Banyak kita lihat orang berjualan seperti di pasar modern atau pasar tradisional.
Tempat berjualan berjualan tidak mesti harus mempunyai tempat yang bagus atau tempat yang istimewa, seperti salah satu penjual kebutuhan alat-alat rumah tangga, alat-alat kebun dan sebagainya. Kita terkadang membutuhkan alat-alat untuk berkebun misalnya, padahal alat yang akan kita pakai untuk berkebun sepele dan kadang di remehkan.
Tetapi alat tersebut sangat membantu sekali dalam mengurus kebun misalnya, atau alat tradisional misslnya sapu lidi atau sapu injuk, harga tidak seberapa, tapi nilai fungsinya yang penting untuk kebersihan di dalam rumah atau di pekarangan.
Untuk ibu-ibu dalam aktifitasnya didapur memerlukan sebuah pisau, kalau tidak ada pisau memasak bisa gagal atau kalau dipaksa dimensi sayur atau yang lain tidak beraturan atau tidak enak dipandang.
Apa yang kita temui penjual peralatan ini, bukan dia yang membuat peralatan tersebut melainkan hanya sebagai pengumpul dari berbagai pembuat alat dapur, alat kebun dan yang lain mereka titip pada penjual dan akan di jual ke pembeli.
penjualan dengan adu tawar penjual alat-alat ini sudah puluhan tahun berjualan kalau kita lihat banyak jenis yang mereka jual,seperti pisau dapur, golok, alat babat rumput, cetakan kue, sapu, tempat nasi dari anyaman bambu, dan yang lainnya. Barang yang di jual merupakan barang hasil kerajinan tangan yang sudah susah ditemui.
Walaupun ada tetapi bisa dihitung jumlahnya, berjualan mulai dari jam 8.oo pagi dan tutup sekitar jam 17.oo sore. mencari alat tradisional yang masih bertahan ini, biasanya datang dari mulut ke mulut dan yang sudah pernah pembeli lakukan terus menyebar.
Dari sisi penjualan kelihatannya tidak banyak yang terjual namun setiap hari ada saja orang yang mencari barang yang di cari tersebut.dan harganya bisa ditawar, beda dengan jualan di toko modern yang sudah ada patokan harga.
Penjualan dengan cara ini salah satu rangkaian berbagi rezeki dan bisa melanjutkan kebutuhan yang lainnya. Seperti pengalaman kita pada waktu membeli alat keperluan kebun dan alat dapur seperti cangkul, sapu, skop golok,lebih menikmati cara berkomunikasi antara pembeli dan penjual.
Mereka kelihatannya tidak mencari untung yang besar melainkan bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dan berkah yang mereka dapat, cerita tentang penjual alat-alat sederhana untuk kebutuhan sehari-hari, di kebun,dapur,kebersihan dan yang lainnya, thank you.
Sukabumi, Juni 2020.