Bukan kali pertama mengunjungi Biak Papua pertama pada tahun ,2011 dsn yang kedua pada bulan Maret 2020. Biak berada di pulau terpisah dari pulau Papua, Biak masuk dalam wilayah Provinsi Papua Indonesia, dan pulau Biak berada di teluk bumi Cendrawasih Papua.
Pulau Biak secara administratif di bagi dalam dua wilayah, Kabupaten Biak dengan Ibu Kota Kabupatennya berada di Kota Biak, Wilayah Biak utara dengan Ibu kota Kabupaten Supiori.
Kabupaten Biak ada dua pulau yang berdekatan yaitu Pulau Numfor yang termasuk wilayah Biak,
Secara geologi Pulau Biak merupakan batuan karang, tidak heran Pulau Biak mempunyai suhu rata-rata 27 sampai 30 drajat celsius dan bisa suhu terkadang bisa mencapai 32 derajat celsius.
Pulau Biak mempunyai ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut, pulau karang panas sebutan Biak, memang cuaca panas, tapi secara umum pulau Papua cuacanys tidak menentu kadang cuaca panas tiba-tiba datang mendung dan turun hujan.
Kota Biak sudah beberapa kali mendapatkan piala Adipura, jalan di Kota Biak bersih dan keadaan jalan beraspal baik dan mulus, secara konstruksi, bebatuan berkarang sehingga akan lebih mudah dalam pemadatan dasar akan lebih kuat.
Bagaimana caranya supaya sampai ke Pulau Biak, ada beberapa transportasi untuk sampai ke Pulau Biak, bisa menggunakan pesawat terbang bisa dari jakarta,atau Surabaya atau bandara lain di pulau jawa yang mempunysi rute ke Biak, dan akan transit di Bandara Sultan Hasanudin Makasar, atau bisa melalui jalan laut dengan menggunakan km PELNI yang sudah lama melayani rute wilayah Indonesia Timur.
Bagi yang belum pernah ke Pulau Biak pasti akan bingung hal yang wajar, setiap yang baru yang dikunjungi akan terasa asing, seperti di didaerah lain, untuk bepergian dalam kota Biak banyak tersedia angkutan umum banyak menyebutnya taksi, dan banyak ojeg motor bersliweran.
Banyak tempat- tempat wisata yang dikunjungi di pulau Biak, Pulau Biak merupakan tempat sejarah waktu terjadinya perang Dunia kedua sekitar tahun 1943 sampai 1945, dan sebelumnya pulau Biak sudah ditempati oleh penjajah Belanda.
Peninggalan sejarah di Biak seperti Bandara yang dibangun pada tahun 1930, oleh Belanda dengan panjang landasan 3,6 kilometer pernah ada penerbangan ke Los Angeles USA, bandara di biak bernama Frans Kaisiepo.
Goa Jepang di Biak, Jepang pernah menjajah Indonesia sekitar 3.5 tahun termasuk menjajah pulau Biak, banyak pertahanan jepang untuk bersembunyi dan untuk mengatur strategis sebagai perang pasifik untuk benteng pertahanan menggunakan Goa, yang sekarang terkenal dengan Gua Jepang di Biak.
Dan pada tahun 1944, pasukan sekutu di komandoi oleh tentara Amerika, terjadi pengeboman di tempat Goa tempat bersembunyi pasukan Jepang, tidak sedikit tentara Jepang yang gugur bahkan mencapai ribuan pasukan, menurut sejarah.
Banyak peninggalan sejarah di goa seperti senjata meriam, mortir, belati,topi perang, alat untuk memasak, alat keperkuan pribadi,seperti korek api,piring dan sebagainya benda-benda tersebut ditempatkan tidak jauh dari goa.
Bukan hanya peninggalan sejarah tapi pesona pantai dan lautnya yang masih alami, warna air dan halusnya pasirnya, biak dikelilingi oleh laut dan pantainya indah, menjadi tempat-tempat wisata.
Perbukitan Pulau Biak tidak kalah pentingnya, seperti kalau kita wisata di Biak utara yang banyak perbukitan,hawa sejuk dan perpaduan bukit dan pantai, ada beberapa obyek wisata yang terkenal seperti air terjun batu picah dan yang lain.
Pulau Biak didukung oleh beberapa pasukan keamanan seperti Polisi, TNI Angkatan udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan setiap pasukan mempunyai pangkalan tersendiri untuk mengamankan teritorialnya.
April, 2020.