Selalu ada iblis kecil yang tinggal dalam setiap tubuh manusia. Dalam setiap tetesan darah manusia, setan berenang-renang.
Dan oleh karena itu, seorang yang sangat religius pun mudah tergoda rayuan setan. Sebab dia bukan nabi, hanya manusia. Pernah anda mendengar, orangtua dan para guru sering bilang. Semakin kuat iman seseorang, maka semakin kuat pula setan yang menggodanya.
Saya bayangkan jika seseorang yang kadar imannya kecil, mungkin ia akan digoda oleh setan yang kercil pula, seperti kurcaci.
Jika seseorang yang kadar imannya kuat dan kokoh, barangkali ia akan digoda oleh setan yang kuat pula, sebesar Hulk, misalnya.
Tentu deskripsi di atas hanya imajinasi saya belaka.
Jadi, berkaca dari tulisan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa : tidak ada manusia yang benar-benar baik, dan tidak ada pula manusia yang benar-benar jahat. Semua itu tergantung bagaimana manusia itu mengontrol sikapnya.
Selama napas masih berhembus, perang batin antara sifat jahat dan baik dalam tubuh manusia itu akan berlanjut.
Ini naluri paling kuno sebenarnya, dari zaman dulu sampai sekarang, entah karena motif agama atau merebut kekuasaan, perang antara sifat jahat dan baik seperti abadi.